Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Polda Sultra Panen Raya Serentak Kuartal I 2026 di Kendari, Serap 1,070 Ton Jagung

Polda Sultra Panen Raya Serentak Kuartal I 2026 di Kendari, Serap 1,070 Ton Jagung
Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko memanen jagung pada panen raya kuartal I 2026 di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari. Foto: Kendariinfo (8/1/2026).

Kendari – Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Perum Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog Sultra dan forkopimda mulai memacu program ketahanan pangan nasional melalui panen raya jagung kuartal I tahun 2026, Kamis (8/1/2026).

Panen raya ini bertempat di lahan milik Polda Sultra di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.

Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko yang diwakili Karo SDM Polda Sultra Kombes Pol Arief Fitrianto, mengatakan panen raya pada kuartal I 2026 merupakan hasil garapan lahan seluas 1,4 hektare dari total 5 hektare.

“Selama tahun 2025 kemarin, kita dari Polda Sultra sudah bisa membuka lahan jagung kurang lebih 1,4 hektare dengan hasil kurang lebih 5.000 ton. Ini baru sebagian sekitar 1.070 ton jagung yang diserap langsung untuk pemenuhan di Bulog,” tutur Arief.

Jelasnya, Polda Sultra bertindak sebagai katalisator bagi para petani lokal. Meski produksi jagung cukup tinggi, Arief mengakui penyerapan ke gudang Bulog masih menjadi tantangan besar.

“Kalau untuk lahan, kita alhamdulillah sudah memenuhi target. Tetapi untuk target pemenuhan di Bulog, ini masih menjadi PR kita karena kita baru kurang lebih hampir 50 persen dari target yang ditetapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsentrasi penanaman saat ini adalah jagung pakan demi memenuhi kebutuhan stok nasional. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan bibit dan pupuk bersubsidi bagi kelompok tani.

Baca Juga:  Eks Bupati Koltim Andi Merya Nur Kembali Diperiksa KPK Terkait Dana PEN 2021

Kepala Kanwil Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi memastikan skema harga beli di tingkat petani telah diatur, yakni jagung basah Rp5.500 per kilogram di lokasi petani, sementara jagung pipilan kering dihargai Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog. Skema ini diberlakukan untuk mencegah kerugian akibat fluktuasi pasar.

“Jadi kalau misalnya harganya di bawah, silakan disampaikan ke Bulog dan pasti kami serap dengan ketentuan yang tadi, jagung basah dan jagung kering,” beber Benhur.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten