Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Event

Lolos KEN 2026, Wakatobi Jaga Konsistensi Event Berbasis Budaya dan Partisipasi Lokal

Lolos KEN 2026, Wakatobi Jaga Konsistensi Event Berbasis Budaya dan Partisipasi Lokal
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Wakatobi, Muhidin saat diwawancarai Kendariinfo di Kantor Dispar Wakatobi, Kompleks Perkantoran Motika, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Foto: Wa Listiani/Kendariinfo. (26/1/2026).

Wakatobi – Kabupaten Wakatobi kembali terpilih masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI). Dalam program tersebut, Wakatobi mewakili Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui dua event unggulan, yakni Wakatobi Wonderful and Expo (WAVE) dan Festival Wowine.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Wakatobi, Muhidin, menyatakan bahwa Kabupaten Wakatobi selalu melakukan persiapan mengikuti KEN untuk tahun-tahun berikutnya sejak pertama kali dinyatakan lolos pada 2021 hingga berhasil menggandeng dua event sekaligus pada 2025 dan 2026.

Berikut adalah daftar event unggulan Kabupaten Wakatobi yang dinyatakan lolos dari tahun ke tahun:

Pamflet pengumuman event unggulan Kabupaten Wakatobi; Festival Wowine dan Wakatobi Wonderful and Expo (WAVE), yang lolos Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Pamflet pengumuman event unggulan Kabupaten Wakatobi; Festival Wowine dan Wakatobi Wonderful and Expo (WAVE), yang lolos Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Foto: Dok. KEN 2026.
  • KEN 2021 event Wakatobi WAVE
  • KEN 2022 event Wakatobi WAVE
  • KEN 2023 event Wakatobi WAVE
  • KEN 2024 event Wakatobi WAVE
  • KEN 2025 event Wakatobi WAVE dan Festival Wowine
  • KEN 2026 event Wakatobi WAVE dan Festival Wowine

“Sejak 2021, awal masuk KEN, kami sudah menyiapkan diri. Ini menjadi kebanggaan kita, karena dari 17 kabupaten/kota, Sultra diwakili oleh Kabupaten Wakatobi dengan dua event sekaligus, yakni Wakatobi WAVE dan Festival Wowine,” ujar Kepala Dispar Wakatobi, Muhidin, saat ditemui Kendariinfo di Kantor Dispar Wakatobi, Senin (26/1/2026).

Muhidin menyebutkan, dua event unggulan Wakatobi tersebut memiliki tujuan yang berbeda. Wakatobi WAVE merupakan potret empat pulau besar Kabupaten Wakatobi, meliputi Wangiwangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko, yang dipadukan dalam karnaval dan tari kolosal, serta dilengkapi dengan ekonomi kreatif, yakni Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maritim.

Baca Juga:  Perbaiki Atap Toko saat Hujan, Pekerja Bangunan di Kendari Tewas Tersengat Listrik

Wakatobi WAVE menjadi event unggulan yang telah terjadwal dalam kalender nasional dan rutin digelar setiap Oktober.

“Wakatobi WAVE merupakan potret dari empat pulau. Tiga inti di dalamnya, yaitu kolosal, karnaval, dan UMKM maritim. Ini paten Oktober. Ada di jadwal kalender. Diadakan bulan itu, mengingat Wakatobi sebagai daerah pulau. Jadi, harus antisipasi cuaca agar semua yang datang merasa nyaman,” jelasnya.

Adapun Festival Wowine digarap untuk mengangkat ketangguhan peran perempuan maritim. Ini bertepatan dengan pendampingan Sail Wakatobi, kunjungan wisatawan mancanegara pada event bahari yang diadakan setiap Agustus.

“Kalau Festival Wowine, membawa ketangguhan perempuan Wakatobi. Tahun lalu perempuan Suku Bajo yang dikedepankan, tetapi tetap menggandeng peran perempuan darat. Ini dibuat untuk mendampingi Sail Wakatobi, yang datang bulan Agustus disambut dengan Festival Wowine,” tuturnya.

Melalui program nasional KEN, ia menyampaikan bahwa dampaknya terhadap sisi budaya dan ekonomi kreatif sangat luar biasa.

“Kehadiran event itu dampaknya luar biasa. Dari sisi budaya, kita mengangkat citra budaya Wakatobi dan harus bercermin pada budaya kita. Dari sisi ekonomi, omzet di setiap kegiatan sangat luar biasa, baik itu sektor UMKM ataupun kunjungan wisata, baik itu untuk masyarakat maupun untuk pemerintah daerah,” ungkapnya.

Kepala Dispar Wakatobi, Muhidin mengatakan, tantangan menghadapi KEN selalu ada, terutama terkait pendanaan. Tetapi, yang membedakan Kabupaten Wakatobi dengan kabupaten/kota lainnya, sehingga bisa bertahan lolos berturut-turut adalah partisipasi masyarakat lokal.

Baca Juga:  Malam Puncak Gema Jurnalistik UHO 2020 Digelar Semi-Daring

“Salah satunya adalah dana. Kalau daerah lainnya tidak mampu bersaing di KEN karena dana, pola penyelenggaraan Wakatobi berbeda dengan daerah lain. Perbedaannya adalah partisipasi lokal,” ungkapnya.

“Tantangan masih banyak. Tetapi, tidak ada kemajuan kalau itu tidak ada. Itu konsep kita. Kita bisa maju atau mengubah pola berikutnya karena kita memperoleh tantangan di tahun berjalan. Itu adalah vitamin untuk perbaikan kami ke depan,” tambahnya.

Penulis
Reporter
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten