Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Headline

Alasan Lobi Visa, Jamaah Umrah asal Sultra Keluhkan Tambahan Rp5 Juta

Alasan Lobi Visa, Jamaah Umrah asal Sultra Keluhkan Tambahan Rp5 Juta
Kantor jasa travel Tajak Ramadhan Grup (TRG) di Jalan Saosao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (28/1/2026).

Sulawesi Tenggara – Jamaah umrah yang menggunakan jasa travel Tajak Ramadhan Grup (TRG) di Jalan Saosao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diminta uang tambahan sebesar Rp5 juta saat berada di Jakarta. Uang tersebut akan digunakan untuk mempercepat proses penerbitan visa melalui upaya lobi.

Jamaah berinisial W mengungkapkan terdapat 91 jamaah menggunakan jasa travel tersebut. Paket perjalanan umrah yang ditawarkan bervariasi dengan biaya berkisar antara Rp20 juta hingga Rp30 juta. W mengaku ia dan lainnya diberangkatkan dari Kota Kendari menuju Jakarta pada 16 Januari 2026. Mereka selanjutnya bertolak ke Malaysia pada 24 Januari 2026.

Hingga kini, sebagian jamaah masih tertahan dan belum dapat melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi. Selain keterlambatan keberangkatan, para jamaah juga mengeluhkan pelayanan yang dinilai tidak maksimal. Mereka bahkan dimintai tambahan biaya sebesar Rp5 juta per orang saat berada di Jakarta dengan alasan kenaikan biaya hotel.

“Iya, ada tambahan uang yang kami keluarkan lagi sebesar Rp5 juta. Informasinya untuk biaya hotel, karena harga naik,” ujar W, Rabu (28/1/2026).

Humas TRG Kendari, Diman, membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan pihaknya telah mengingatkan agen pendamping jamaah agar menunda keberangkatan hingga visa diterbitkan. Menurutnya, keberangkatan tanpa visa berpotensi menimbulkan risiko keterlambatan dan ketidakpastian jadwal.

“Kami sudah menyampaikan risikonya jika berangkat tanpa visa, jamaah bisa menunggu lama. Namun, agen tetap bersikeras memberangkatkan jamaah. Sosialisasi kepada jamaah juga kurang dilakukan,” jelas Diman kepada Kendariinfo.

Baca Juga:  Gempa 2,6 Skala Richter Guncang Wilayah Konda Sabtu Malam

Diman juga membenarkan adanya permintaan tambahan dana Rp5 juta kepada jamaah. Namun, ia menegaskan permintaan tersebut merupakan inisiatif agen, bukan kebijakan resmi pihak travel. Dana itu disebut untuk mempercepat proses penerbitan visa melalui lobi ke pihak tertentu. Tapi sifatnya diklaim tidak memaksa, yang ikhlas saja.

“Itu sebenarnya disuruh tambah uang Rp5 juta bukan kemauan dari travel. Kemauan dari agen, karena jamaah itu mulai ribut, agennya inisiatif. Agennya itu minta ke jamaahnya, kalian ‘menembak’ (lobi) saja supaya keluar visa,” paparnya.

Diman mengaku pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah. Sebanyak 22 jamaah bahkan telah diberangkatkan dari Malaysia menuju Jeddah. Sementara jamaah lainnya masih menunggu proses penerbitan visa dan ditargetkan dapat diberangkatkan pada Sabtu (31/1).

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten