Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Pria Kendari Tertipu Usai Take Over Motor, Pelaku Kabur Tak Bayar Cicilan

Pria Kendari Tertipu Usai Take Over Motor, Pelaku Kabur Tak Bayar Cicilan
Pasangan suami istri bernama Sriningsih dan Ashari, terduga pelaku penipuan dengan modus melanjutkan cicilan motor di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Kendari – Pria bernama Yuki menjadi korban dugaan penipuan bermodus take over sepeda motor di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia mengaku ditipu pasangan suami istri bernama Sriningsih dan Ashari yang mengambil motornya, tetapi tidak melanjutkan cicilan sebagaimana disepakati.

Yuki menjelaskan peristiwa itu bermula saat dirinya mengunggah take over motor Honda Beat miliknya di media sosial. Tak lama kemudian, pasangan tersebut menghubunginya dan sepakat bertemu di Kecamatan Baruga untuk transaksi.

“Jadi saya buatkan postingan di Facebook take over motor. Saya ketemulah mereka ini di Baruga. Uang saya terima Rp3 juta dan mereka ambil motorku,” jelas Yuki saat dihubungi Kendariinfo, Rabu (4/2/2026).

Pelaku meyakinkannya akan melanjutkan cicilan motor sebesar sekitar Rp1.070.000 per bulan. Penyerahan motor sendiri dilakukan pada Sabtu, 17 Januari 2026.

“Mereka yakinkan saya mau lanjut cicilan per bulan,” katanya.

Namun, masalah muncul saat Yuki mendapat pemberitahuan dari pihak leasing bahwa cicilan motornya menunggak. Padahal, jatuh tempo pembayaran di awal setiap bulannya.

“Motorku ini jatuh tempo setiap awal bulan. Saya malah ditanya sama leasing, katanya motorku menunggak,” ungkapnya.

Merasa ditipu, Yuki mencoba menghubungi pasangan tersebut, tetapi sudah diblokir. Saat mendatangi alamatnya di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, keduanya sudah tidak berada di kampung. Kasus itu akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian setelah Yuki mengetahui ada korban lain dengan modus serupa.

Baca Juga:  Pemuda di Kolaka Ditangkap Polisi karena Curi Laptop

“Saya sudah diblokir sama mereka. Saya ke rumahnya di Soropia, mereka sudah tidak ada di sana. Setelah saya cari tahu, ternyata banyak sekali korbannya. Jadi kami laporan sama-sama,” tutup Yuki.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten