Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Headline

SPPG Sultra Angkat Bicara Usai Supplier Ngamuk Diganti Sepihak Jadi Pemasok Bahan di Kendari

SPPG Sultra Angkat Bicara Usai Supplier Ngamuk Diganti Sepihak Jadi Pemasok Bahan di Kendari
Supplier bernama Wa Ode Ima (jilbab hitam) saat datang mengamuk di dapur SPPG Baruga Lepo-Lepo II, Perumahan Lepo-Lepo Mas, Jalan H. Lamuse, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Foto: Istimewa. (23/1/2026).

Kendari – Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Sulawesi Tenggara (Sultra), Maharanny Puspaningrum akhirnya angkat bicara terkait insiden seorang supplier yang mengamuk di dapur SPPG Baruga Lepolepo II, Kota Kendari, usai diganti sebagai pemasok bahan baku.

Maharanny menegaskan bahwa sistem pembelanjaan bahan baku di SPPG sepenuhnya dilakukan oleh yayasan atau mitra kerja, bukan oleh kepala dapur secara sepihak.

“Pada intinya, sistem pembelanjaan bahan baku di SPPG dilakukan oleh yayasan atau mitra. Kepala SPPG membuat perencanaan menu dan RAB hingga terbit purchase order (PO) atau nota pemesanan bahan baku,” ujar Maharanny kepada Kendariinfo, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, PO tersebut kemudian diberikan kepada yayasan atau mitra sebagai dasar pengadaan bahan baku. Selain itu, pengawas gizi di masing-masing SPPG juga telah menetapkan spesifikasi bahan baku yang harus memenuhi standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Maharanny, kualitas bahan baku menjadi perhatian utama SPPG guna memastikan mutu pangan sejak bahan mentah hingga makanan siap saji yang diproduksi di dapur.

“Pergantian supplier dilakukan atas hasil evaluasi kualitas bahan baku yang di-supply. Jadi ini bukan tanpa dasar,” tegasnya.

Terkait tudingan pergantian supplier dilakukan secara sepihak, Maharanny membantah hal tersebut. Ia menyebut, pihak supplier sebelumnya telah beberapa kali mendapatkan peringatan terkait kualitas bahan baku yang dikirimkan.

“Pada dasarnya tidak dilakukan secara sepihak. Sudah sering diberikan warning kepada supplier dan mereka sudah memahami konsekuensi apabila kualitas bahan baku tidak sesuai,” jelasnya.

Baca Juga:  3 Dapur SPPG di Sultra Ditutup Sementara, Buntut Pelajar Keracunan MBG

Ia juga menyebutkan, penggantian supplier tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak mitra SPPG. Namun demikian, Maharanny mengakui bahwa persoalan ini memiliki kompleksitas tersendiri.

“Case ini memang cukup complicated. Tetapi pada prinsipnya, penggantian supplier dilakukan karena aspek kualitas bahan baku yang kurang baik. Kalau kualitasnya bagus, tentu tidak akan menjadi kendala di SPPG,” tambahnya.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan yang diambil semata-mata untuk menjaga standar kualitas pangan dan memastikan pelayanan pemenuhan gizi tetap berjalan optimal sesuai ketentuan yang berlaku.

Supplier Ngamuk, Diduga Namanya Diganti Kepala Dapur SPPG di Kendari Tanpa Persetujuan Mitra

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten