Hilirisasi Aspal Buton Mengemuka dalam Musprov VIII Kadin Sultra 2026

Kendari – Isu hilirisasi aspal Buton menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel Kendari, Sabtu (14/2/2026).
Ketua Umum (Ketum) Kadin Sultra, Anton Timbang, menekankan Musprov bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum konsolidasi untuk memastikan hilirisasi aspal Buton berjalan konkret.
“Aspal Buton adalah aspal terbesar di Indonesia dan telah mendapatkan suntikan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp1,49 triliun. Kami tidak akan berhenti memperjuangkan penggunaannya,” tegasnya.
Menurut Anton, penguatan hilirisasi menjadi kunci agar sumber daya alam Sultra memberi nilai tambah maksimal. Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk membangun daerah,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra pun memberi sinyal dukungan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Rony Yakob Laute, yang mewakili Gubernur Andi Sumangerukka, menyebut kekayaan sumber daya alam Sultra merupakan fondasi kuat untuk pertumbuhan ekonomi berbasis hilirisasi.
“Kita harus mendorong keunggulan kompetitif dan hilirisasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memastikan investasi yang masuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan menyejahterakan rakyat. Hilirisasi harus memberi nilai dan manfaat nyata bagi daerah,” ucap Rony.
Ia berharap Kadin Sultra mampu menjadi motor penggerak dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam memperluas investasi dan memperkuat struktur industri daerah.





