Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Ketua Panitia Futsal Kendari Diduga Gelapkan Uang Rp10 Juta, Berujung Dilaporkan ke Polisi

Ketua Panitia Futsal Kendari Diduga Gelapkan Uang Rp10 Juta, Berujung Dilaporkan ke Polisi
Event turnamen futsal bertajuk Alter House Cup yang digelar di Tawang Alun Arena, Kota Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Turnamen futsal bertajuk Alter House Cup yang digelar di Tawang Alun Arena, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diwarnai persoalan serius. Ketua panitia berinisial MA (18) diduga menggelapkan uang kepanitiaan sekitar Rp10 juta dan kini dilaporkan ke pihak kepolisian.

Laporan polisi pada Minggu (8/2/2026) itu tertuang dalam Nomor: STTL/82/II/2026/SPKT-II/Sultra/Resta Kendari/Sek Baruga.

Turnamen tersebut diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK se-Sulawesi Tenggara (Sultra) serta alumni angkatan 2006 – 2007, dengan jadwal pertandingan pada 5 – 8 Februari 2026. Namun, event besar itu diwarnai dengan penggelapan dana berujung laporan polisi.

“Sudah kami laporkan ke Polsek Baruga. Karena dia tidak mau tanggung jawab, dia lari-larikan kami,” ujar salah satu panitia yang enggan disebutkan namanya kepada Kendariinfo, Minggu (15/2).

Ia menjelaskan, dana yang diduga digelapkan berasal dari uang pendaftaran tim peserta. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk kebutuhan teknis turnamen, termasuk pembayaran wasit, hadiah bagi tim pemenang, serta operasional pertandingan.

“Awalnya itu dia minta-minta uang ke bendahara, alasannya mau bayar sesuatu. Bendahara dia kasih saja,” katanya.

Namun setelah dana diserahkan, panitia tidak melihat adanya realisasi pembayaran maupun laporan penggunaan anggaran. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan turnamen terganggu hingga akhirnya terpaksa dihentikan.

“Tidak ada mi buat bayar wasit dan pemain yang menang. Jadi berhenti di 8 besar, sambil kami cari MA. Sudah tanggal berapa ini, kami ditagih terus sama pemain,” ujarnya.

Baca Juga:  Turnamen Road Race LMA Cup 1 2022 di Muna Diikuti 81 Pembalap

Panitia mengaku telah berulang kali mencoba menghubungi MA untuk meminta pertanggungjawaban, namun yang bersangkutan dinilai tidak kooperatif dan menghindari komunikasi.

“Dia masih di Kendari, dia santai sekali kayak tidak panik,” tuturnya.

Merasa dirugikan dan khawatir uang pendaftaran peserta tidak dapat dipertanggungjawabkan, panitia akhirnya membawa persoalan ini ke ranah hukum. Laporan resmi telah dilayangkan ke Polsek Baruga untuk ditindaklanjuti.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan laporan tersebut.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten