Nomor WA dan FB Warga Kendari Diretas Penipu, Sejumlah Orang Jadi Korban

Kendari – Nomor WhatsApp (WA) dan akun Facebook (FB) milik seorang warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama Maya, diretas oleh orang tak dikenal. Pelaku kemudian mencatut nama korban untuk meminta pinjaman uang kepada sejumlah kontak yang tersimpan di ponsel dan teman-reman FB korban.
Adik korban, Windu, mengungkapkan bahwa kakaknya, Maya, menjadi sasaran peretasan tersebut. Setelah menguasai nomor korban, pelaku langsung menghubungi rekan-rekan Maya dan meminta uang dengan berbagai alasan.
“Nomor kakakku diretas orang tak dikenal. Pelaku menghubungi teman-teman kakakku lewat WA dan FB, lalu minta pinjam uang,” ujar Windu kepada Kendariinfo, Senin (17/2/2026).
Menurutnya, beberapa rekan Maya yang percaya dengan pesan tersebut langsung mentransfer uang ke rekening yang diarahkan pelaku. Tanpa menaruh curiga, mereka mengira permintaan itu benar-benar berasal dari Maya.
“Sudah ada yang kirim Rp300 ribu ke rekening sesuai arahan pelaku. Padahal kakakku tidak pernah minta-minta uang ke mereka. Itu murni karena nomor WA-nya diretas,” jelasnya.
Adapun rekening yang digunakan pelaku yakni rekening BRI atas nama Anri dengan nomor 440901062553538. Selain itu, pelaku juga mengarahkan korban lain untuk mentransfer uang melalui akun dompet digital DANA dengan nomor 085378335106 atas nama Ridwansyah. Jumlah uang yang dikirim para korban bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga mencapai Rp3 juta.
Windu menegaskan bahwa kakaknya tidak pernah meminta pinjaman uang kepada siapa pun. Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya warga Kendari, agar lebih waspada jika menerima pesan serupa yang mengatasnamakan Maya.
“Itu penipu. Hanya nomor kakakku yang diretas. Sekarang kami sedang di Polda Sultra untuk melapor. Ternyata sudah banyak korban lain yang juga melapor. Kami belum tahu pasti berapa orang yang sudah tertipu,” paparnya.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi langsung kepada pemilik akun apabila menerima pesan permintaan uang, guna menghindari menjadi korban penipuan serupa.





