Pemeriksaan Tiket Feri Torobulu – Tampo Konsel Tak Disobek, Buka Celah Penyalahgunaan

Konawe Selatan – Proses pemeriksaan tiket penumpang kapal feri rute Torobulu – Tampo menjadi sorotan setelah ditemukan karcis penumpang tidak disobek saat naik ke atas kapal. Praktik tersebut dinilai berpotensi melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) dan membuka celah penyalahgunaan tiket.
Peristiwa itu terjadi di Pelabuhan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) Sabtu (28/2/2026) sekira pukul 16.00 Wita. Seorang petugas Kapal Feri KMP Cendrawasih terlihat memeriksa sekaligus mengumpulkan karcis penumpang secara utuh, lalu menyimpannya ke dalam kantong plastik hitam tanpa memberikan potongan tiket kepada pengguna jasa.
Saat dikonfirmasi di lokasi terkait mekanisme tersebut, petugas yang bersangkutan langsung mengubah pola pemeriksaan dengan merobek karcis penumpang dan mengembalikannya seperti prosedur yang semestinya.
Supervisor ASDP Lintasan Torobulu, Sapri, mengaku tidak mengetahui adanya praktik pengumpulan tiket secara utuh itu. Ia berdalih tidak berada di atas kapal saat kejadian berlangsung.
“Saya tidak tahu juga, karena tadi saya di palang (portal), jadi saya tidak tahu,” ujar Sapri, Sabtu (28/2).
Sapri juga tidak menampik bahwa karcis yang tidak disobek berpotensi digunakan kembali oleh pihak lain, meskipun menurutnya hanya berlaku pada hari yang sama.
“Kalau hari ini bisa (tiket utuh digunakan lagi), kalau untuk besok sudah tidak bisa,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala UPTD Torobulu, Ferima, menegaskan persoalan tersebut bukan menjadi tanggung jawab pihak pelabuhan, melainkan awak kapal.
“Itu langsung saja ke kapten kapal,” singkat Ferima.
Terpisah, Kapten KMP Cendrawasih, Karnadi, membenarkan bahwa awak kapal sempat mengumpulkan karcis penumpang. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk keperluan rekap dan pencocokan nomor seri sebelum tiket dimusnahkan.
Namun ia mengakui bahwa sesuai SOP, karcis seharusnya tetap disobek dan sebagian diberikan kepada penumpang sebagai bukti perjalanan.
“Harusnya begitu (disobek untuk pegangan penumpang), karena itu kan harus kembali ke perusahaan dan pengguna jasa,” kata Karnadi.
Ia menambahkan, proses penyobekan tiket sejatinya menjadi tugas petugas di loket. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan adanya penumpang yang lolos tanpa tiket disobek.
“Memang mungkin ada yang lewat atau bagaimana sehingga tiketnya tidak disobek,” tutupnya.





