Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Wamen PKP Sebut Panorama RTH Papalimba Puday Kendari Mirip Selat Bosphorus Turki

Wamen PKP Sebut Panorama RTH Papalimba Puday Kendari Mirip Selat Bosphorus Turki
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah saat meninjau kawasan perumahan kumuh di Kota Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (5/3/2026).

Kendari – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah menyebut kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Papalimba Puday, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki panorama yang mengingatkan pada Selat Bosphorus di Turki. Hal itu disampaikannya saat meninjau kawasan tersebut bersama Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Kamis (5/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Fahri melihat langsung kondisi RTH Papalimba Puday yang mulai tertata serta potensi kawasan pesisir di sekitar Teluk Kendari untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata.

“Orang sore-sore ini kayak saya berdiri di sini melihat di sana itu kayak Selat Bosphorus di Turki. Jadi ini kita bisa bilang The Bosporus of Indonesia,” ujar Fahri.

Menurutnya, panorama pesisir seperti di kawasan RTH Papalimba Puday memiliki daya tarik tersendiri jika dikelola dengan baik. Ia menilai kawasan tersebut berpotensi menjadi tujuan wisata tanpa harus masyarakat bepergian ke luar negeri.

“Nanti semua orang datang, ngapain pergi wisata ke luar negeri terus? Di sini bagus. Nah, ini nanti kita perbaiki lagi supaya wisata selat seperti ini, pesisir seperti ini bisa kita kembangkan,” katanya.

Fahri juga menyinggung potensi kawasan pesisir di Indonesia yang jumlahnya sangat besar. Ia menyebut Indonesia memiliki ribuan kawasan pesisir yang dihuni masyarakat dan dapat dikembangkan melalui penataan kawasan.

“Kita jadikan contoh. Jangan lupa ya, kita ini adalah negara kepulauan. Jumlah pesisirnya itu ada 12.781 pesisir di seluruh Indonesia. Kira-kira tempat seperti ini yang dihuni, jumlahnya hampir 13.000,” jelasnya.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polresta Kendari Tangkap Kurir Sabu-Sabu, Sita Barang Bukti 1 Kg

Ia menambahkan pemerintah pusat saat ini tengah mendorong program penataan kawasan pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Program tersebut menargetkan penataan sekitar 1.000 kawasan pesisir setiap tahun.

“Nah, kalau kita tata kawasan seperti ini, satu tahun presiden sudah menganggarkan sekitar 1.000 untuk kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. Paling tidak kalau kita tata seperti ini, kita bilang saja satu tahun bikin 1.000 Maldives. Jadi semua pesisir itu nanti bukan tempat kumuh, jadi tempat bersih, tempat bagus,” tambahnya.

Selain penataan kawasan, Fahri menekankan pentingnya pemeliharaan lingkungan, terutama terkait sanitasi dan pengelolaan sampah agar kawasan pesisir tetap bersih dan nyaman.

“Kalau saya sih utama sekali adalah pemeliharaan, kemudian sanitasinya. Itu harus betul-betul bagus, pengelolaan sampahnya harus bagus,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Presiden sekarang kritik, banyak kekotoran. Kita enggak boleh, apalagi di sini ada slogan kebersihan sebagian daripada iman. Jadi harus dibersihkan, semua harus terlibat kebersihan,” pungkasnya.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten