Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Buton

Kisah Gadis dengan Gangguan Mental di Buteng, Ibu Meninggal dan Ayah Merantau

Kisah Gadis dengan Gangguan Mental di Buteng, Ibu Meninggal dan Ayah Merantau
Umy (20), perempuan dengan gangguan mental dikurung dalam ruangan kayu yang dibuat tanpa pintu di rumah orang tuanya di Desa Morikana, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (9/3/2026).

Buton Tengah – Beredar video di Facebook yang memperlihatkan gadis dengan gangguan kesehatan mental dalam kondisi terkurung di sebuah ruangan kayu yang dibuat tanpa pintu. Namanya Umy dan berusia 20 tahun. Ia berdomisili di Desa Morikana, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam video yang diunggah akun Facebook Darmawan pada Senin (9/3/2026), tampak Umy dikurung dalam ruang khusus di rumah orang tuanya sendiri. Langkah itu dilakukan, karena Umy akan memberontak apabila dilepas di ruangan terbuka. Gadis itu diduga mengalami gangguan mental sejak usia sepuluh tahun.

“Masih muda, umur 20 tahunan. Ini dia sakit. Dia tidak bisa dikeluarkan. Kalau dikeluarkan katanya memberontak. Umy itu kalau saya tidak salah ingat sejak umur sepuluh tahun sudah kelainan. Jadi, kalau dibawakan makanan, dimasukkan lewat lubang-lubang,” ungkap Darmawan yang merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dalam video unggahannya.

Saat dikonfirmasi Kendariinfo, Darmawan menyampaikan ayah Umy, La Umini, bekerja sebagai buruh bangunan di Maluku Utara. Ia berada di perantauan kurang dari setahun. Meskipun telah mengetahui kondisi anaknya, ia tetap harus merantau karena jeratan ekonomi. Hingga kini, Umy dirawat adik perempuannya yang terpaksa putus sekolah karena menjaga sang kakak. Sementara itu, ibunya telah meninggal dunia.

“Kebetulan La Umini merantau di Maluku Utara, kerja bangunan. Istrinya sudah almarhum. Di rumahnya ini ada anak pertamanya yang sakit dan dijaga adiknya sampai sudah putus sekolah. Adiknya kelas sembilan. Untuk bapaknya belum setahun merantau karena kondisi ekonomi,” kata Darmawan.

Baca Juga:  BPBD: Ancaman Gempa Bumi Paling Dominan di Sultra dengan Luasan Capai 3,8 Juta Hektare

Melalui unggahannya itu, Darmawan berharap masyarakat memiliki solidaritas sosial untuk bersama-sama membantu Umy agar dapat menjalani perawatan di rumah sakit setempat dan kembali sehat seperti semula.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten