Kericuhan Warnai Pertandingan Futsal di ASR Sport Center Kendari

Kendari – Kericuhan mewarnai pertandingan futsal di ASR Sport Center, Jalan Singa, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/3/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi saat pertandingan perebutan juara 3 dan 4 yang dimulai sekitar pukul 23.00 Wita. Seorang penonton yang berada di lokasi berinisial S, mengatakan sejak awal pertandingan suasana permainan sudah berlangsung dengan tensi tinggi.
“Jadi pertandingannya ini sekitar jam 11 malam cari juara tiga dan empat. Dari awal tensi permainannya sudah tinggi,” katanya kepada Kendariinfo, Minggu (15/3).
Ia menjelaskan, keributan bermula pada babak kedua ketika salah satu pemain dari tim berbaju putih melakukan pelanggaran terhadap pemain dari tim berbaju hitam.
“Di babak kedua tim yang baju putih melakukan pelanggaran terhadap tim yang baju hitam. Karena yang dilanggar tidak terima, dia langsung membalas, akhirnya ricuh,” ujarnya.
Menurut S, keributan sempat mereda. Namun, salah satu pemain dari tim berbaju hitam kemudian pulang dan memanggil sejumlah rekannya.
Pada Minggu (15/3) sekitar pukul 00.30 Wita, sejumlah orang datang kembali ke lokasi dan mencari pemain dari tim berbaju putih yang sebelumnya terlibat keributan.
“Sekitar 00.30 Wita, temannya datang ke ASR membuat ricuh mencari tim putih yang mengeroyok temannya,” jelasnya.
Ia menyebut beberapa orang yang datang membawa pisau dan botol minuman keras (miras). Mereka juga sempat mengancam pengunjung yang berada di sekitar gerbang.
“Mereka datang sambil membawa pisau dan botol miras, sempat juga ingin memukul siapa saja yang ada di gerbang ASR yang mau pulang,” katanya.
Petugas keamanan yang berjaga di lokasi kemudian berupaya menahan situasi dengan menutup pagar untuk mencegah kericuhan makin meluas.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah pengunjung yang berada di dalam area sport center sempat tertahan dan tidak berani pulang karena kelompok tersebut menunggu di depan gerbang.
“Sampai jam 1 dini hari, tidak ada yang berani pulang karena mereka menunggu di depan pagar,” ungkapnya.
Situasi baru kembali kondusif setelah Tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan.
“Untungnya tim perintis datang cepat merespons panggilan dari pihak ASR. Baru banyak yang berani pulang setelah tim tiba di lokasi,” tutupnya.





