Gempa M 3,1 Guncang Muna, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Muna – Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu (18/3/2026), sekitar pukul 22.24 Wita.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV, Nasrol Adil, mengatakan gempa tersebut memiliki magnitudo 3,1.
“Gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 3,1,” ujarnya.
Ia menjelaskan, episenter gempa terletak pada koordinat 4,47 lintang selatan (LS) dan 122,69 bujur timur (BT), atau tepatnya berada di darat sekitar 36 kilometer utara Muna, dengan kedalaman 10 kilometer.
Menurutnya, jika dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Towea, Muna dengan skala intensitas II–III MMI.
“Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seperti ada truk berlalu,” jelasnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. “Hingga pukul 22.55 Wita, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan (aftershock),” tambahnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.





