Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Buton

Perjalanan Wisata Berujung Musibah, Mobil Tertimpa Pohon Kelapa di Buton Selatan

Perjalanan Wisata Berujung Musibah, Mobil Tertimpa Pohon Kelapa di Buton Selatan
Pohon kelapa yang menimpa satu unit mobil Toyota Avanza di Kelurahan Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (22/3/2026).

Buton Selatan – Sebuah pohon kelapa menimpa satu unit mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Muhammad Syuhada bersama keluarganya di Kelurahan Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (22/3/2026).

Insiden itu terjadi saat ia bersama istri, 3 anak kandung, serta 2 keponakan, dalam perjalanan dari Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sultra, menuju permandian alam Kaburaburana di Desa Lawela Selatan, Kecamatan Batauga, Busel.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Batauga, Wa Ode Sitti Juharti Anamu, menyampaikan bahwa keluarga tersebut awalnya hendak berkunjung ke permandian Kaburaburana. Namun, karena kondisi lokasi sedang ramai pengunjung, mereka memutuskan untuk sekadar berkeliling di wilayah Kecamatan Batauga.

“Mereka sebenarnya mau jalan-jalan ke Kaburaburana. Karena kondisi permandian lagi penuh, jadi mereka jalan-jalan saja keliling seputaran Batauga,” ujarnya kepada Kendariinfo, Minggu (22/3).

Di perjalanan, kata Wa Ode Sitti, pohon kelapa tiba-tiba tumbang, diduga disebabkan angin kencang disertai hujan deras.

Setelah mendapat laporan dari salah seorang warga di sekitar tempat kejadian, Damkarmat Batauga pun segera berangkat. Setibanya di lokasi sekitar pukul 15.59 Wita, personel langsung melakukan evakuasi secara manual.

Akibat peristiwa nahas itu, kerugian Syuhada ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta. Mobil bernomor polisi DT 1175 EG yang dikemudikannya mengalami kerusakan parah pada bagian kap depan, pintu sisi pengemudi, dasbor, pintu baris kedua sebelah kanan bergeser, atap mobil penyok, serta kerusakan lain yang belum teridentifikasi secara menyeluruh.

Baca Juga:  Minibus di Poasia Kendari Hangus Terbakar

Sementara itu, Syuhada mengalami luka di bagian jari akibat terkena pecahan kaca mobil. Adapun istri dan anggota keluarga lainnya tidak mengalami luka fisik. Namun, kejadian itu dikabarkan memberikan dampak psikologis bagi keluarga yang ikut serta.

“Kerugian sekitar Rp30 sampai Rp50 juta. Di dalam mobil korban ada suami, istri, beserta lima orang anak di jok belakang. Yang luka di jari hanya Syuhada, istrinya tidak ada luka. Alhamdulillah anak-anak tidak kenapa-kenapa. Hanya trauma dengan musibah yang menimpa mereka,” ungkap Wa Ode Sitti.

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten