Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Arus Balik Muna – Konsel, Rakit Tradisional Diserbu Pemudik Demi Hindari Antrean Panjang

Arus Balik Muna – Konsel, Rakit Tradisional Diserbu Pemudik Demi Hindari Antrean Panjang
Perahu rakit di kawasan Pelabuhan Tampo, Muna. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (23/3/2026).

Muna – Perahu rakit di kawasan Pelabuhan Tampo, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi alternatif bagi warga untuk menghindari antrean panjang kendaraan saat arus balik Lebaran, Senin (23/3/2026).

Sejak pagi hari, kepadatan kendaraan roda 2 dan roda 4 di Pelabuhan Ferry Tampo terus meningkat. Antrean mengular membuat sebagian pemudik memilih jalur lain yang dinilai lebih cepat, meski harus menempuh cara yang tidak biasa.

Di kawasan permukiman warga yang berjarak sekitar 100 meter dari pelabuhan, sejumlah perahu rakit beroperasi melayani penyeberangan motor. Perahu sederhana yang terbuat dari papan kayu ini tampak sibuk hilir mudik mengangkut kendaraan menuju Pelabuhan Lainea, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Setiap perahu rakit mampu mengangkut sekitar 7 hingga 8 unit sepeda motor dalam sekali perjalanan. Dengan jarak tempuh penyeberangan yang relatif dekat, layanan ini menjadi solusi cepat bagi pemudik yang enggan berlama-lama menunggu giliran di kapal ferry.

Untuk sekali penyeberangan, warga dikenakan tarif sebesar Rp150 ribu per unit sepeda motor. Meski tergolong lebih mahal dibandingkan tarif kapal ferry, tingginya permintaan membuat jasa perahu rakit tetap diminati.

Salah seorang pemudik, Nirmala (27), mengaku memilih menggunakan perahu rakit karena tidak ingin terjebak antrean panjang di pelabuhan. Ia bersama keluarganya memutuskan mengambil jalur alternatif demi menghemat waktu perjalanan.

“Saya pilih naik rakit karena antrean di pelabuhan panjang sekali. Kalau tunggu ferry bisa berjam-jam, sementara saya harus segera sampai,” ujar Nirmala.

Baca Juga:  Komplotan Remaja Rusak Rumah Warga di Poasia Kendari, Para Pelaku Nyaris Ditebas Pakai Parang

Hal senada juga dirasakan pemudik lainnya, Yurni (25), yang menilai keberadaan perahu rakit cukup membantu di tengah lonjakan arus balik. Meski demikian, sebagian warga tetap berharap adanya penambahan armada kapal ferry agar antrean dapat terurai.

“Kalau ferry ditambah, mungkin kami tidak perlu cari alternatif seperti ini. Tapi untuk sekarang, rakit ini sangat membantu,” katanya.

Aktivitas penyeberangan menggunakan perahu rakit ini pun menjadi pemandangan tersendiri di tengah padatnya arus balik di Pelabuhan Tampo. Di satu sisi, keberadaan rakit membantu mengurai kepadatan, namun di sisi lain juga menimbulkan perhatian terkait aspek keselamatan penumpang dan kendaraan selama proses penyeberangan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten