Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Viral Video Pengunjung Keluhkan Tarif di Pantai Nambo, Pemkot Kendari Tanggapi

Viral Video Pengunjung Keluhkan Tarif di Pantai Nambo, Pemkot Kendari Tanggapi

Kendari – Sebuah video yang memperlihatkan keluhan seorang pengunjung terkait tarif di kawasan wisata Pantai Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) viral di media sosial.

Video keluhan itu diunggah oleh akun TikTok Andy Arwin Jaya Mandiri pada Minggu (22/3/2026). Dalam video tersebut, seorang pengunjung mengeluhkan adanya biaya tambahan saat berada di lokasi wisata tersebut.

“Bagaimana kah ini, kita masuk bayar Rp32 ribu, pas kita duduk di gazebo, bayar lagi. Bikin kecewa pengunjung saja,” ujar pengunjung dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Wakil Wali Kota Sudirman, menegaskan bahwa tarif resmi yang berlaku di Pantai Nambo telah ditetapkan dengan jelas oleh pemerintah daerah. Ia menyebutkan, tarif masuk untuk pengunjung dewasa sebesar Rp10 ribu, sedangkan anak-anak Rp7 ribu. Sementara itu, tarif parkir kendaraan roda dua dikenakan Rp5 ribu dan roda empat Rp10 ribu.

“Untuk gazebo, harga yang dulunya mencapai Rp150 ribu, saat ini sudah ditiadakan atau gratis. Ini merupakan kebijakan Wali Kota Kendari, Ibu Siska Karina Imran, yang masih berlaku sampai sekarang,” tegas Sudirman saat dikonfirmasi Kendariinfo, Selasa (24/3).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa biaya tambahan yang mungkin dikeluhkan pengunjung bukan berasal dari tarif resmi pemerintah, melainkan dari layanan tambahan yang disediakan oleh masyarakat sekitar, seperti penyewaan tikar.

Baca Juga:  Pemkot akan Tertibkan PKL di Kendari Barat, Kasat Pol PP: Teguran Sudah 3 Kali

Menurutnya, tarif sewa tikar bervariasi antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung pada pemilik serta kesepakatan dengan pengunjung. Ia juga menekankan bahwa penyewaan tersebut tidak bersifat wajib.

“Sewa tikar bukan ada paksaan, bisa disewa oleh pengunjung, bisa juga tidak. Itu tergantung komunikasi antara pengunjung dan pemilik tikar,” jelasnya.

Terkait viralnya video tersebut, Pemkot Kendari mengaku baru mengetahui informasi tersebut setelah ramai di media sosial. Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan wisata Pantai Nambo untuk memastikan pelayanan kepada pengunjung tetap sesuai aturan yang berlaku.

“Kami sudah tindak lanjuti. Yang jelas, kami pastikan hal seperti ini tidak akan terulang lagi,” tegas Sudirman.

Pemkot Kendari juga mengimbau para pengunjung untuk memastikan informasi tarif resmi sebelum melakukan pembayaran, serta melaporkan jika menemukan pungutan yang tidak sesuai ketentuan di lapangan.

“Langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan wisatawan serta citra destinasi wisata daerah,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten