Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Panggung Puisi Kabanti 2 Digelar Malam Ini, Jadi Ruang Apresiasi Sastra untuk Penyair Sultra

Panggung Puisi Kabanti 2 Digelar Malam Ini, Jadi Ruang Apresiasi Sastra untuk Penyair Sultra
Poster Panggung Puisi Kabanti 2, ruang apresiasi sastra untuk para penyair di Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Kendari – Pustaka Kabanti Kendari kembali menghadirkan ruang apresiasi sastra melalui kegiatan Panggung Puisi Kabanti 2 yang akan digelar pada Minggu, (29/3/2026), pukul 19.30 – 21.00 Wita. Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui Instagram @pustaka.kabanti_sg.

Ketua Pustaka Kabanti Kendari, Syaifuddin Gani, mengatakan kegiatan ini lahir dari kegelisahan terhadap posisi puisi dan penyair di tengah derasnya perkembangan literasi dan teknologi digital.

Menurutnya, meskipun geliat literasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin berkembang dengan hadirnya berbagai komunitas, program, hingga penerbitan buku, ruang khusus bagi puisi justru semakin terbatas.

“Di tengah riuhnya program literasi, puisi seolah kehilangan panggungnya. Ruang-ruang temu fisik bagi penyair untuk berdialog dan merawat tradisi estetik juga semakin menyusut,” ujar Syaifuddin.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat banyak penyair terjebak dalam rutinitas sehari-hari yang jauh dari aktivitas kepenyairan. Padahal, kata dia, para penyair masih aktif dan tersebar di berbagai daerah di Sultra.

“Perlu ada forum yang secara berkala memanggil mereka kembali ke majelis puisi, agar karya dan gagasannya tetap hidup dan terhubung dengan publik,” katanya.

Syaifuddin menambahkan, tantangan lain yang dihadapi puisi saat ini adalah arus media sosial yang serba cepat dan visual, sehingga kerap menggeser ruang kontemplatif yang menjadi ruh puisi.

Meski demikian, ia menilai ruang digital juga membuka peluang baru bagi puisi untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Baca Juga:  5 Jembatan Kayu Akses 500 Hektare Sawah di Konawe Rusak, Tak Pernah Dibenahi Pemerintah

“Puisi hari ini dituntut tidak hanya berakar pada lokalitas, tetapi juga mampu hadir di ruang digital tanpa kehilangan kedalaman makna,” jelasnya.

Mengusung tema “Suara Lokalitas, Perdamaian, dan Kemanusiaan”, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialektika antara nilai-nilai lokal dengan dinamika global yang terus berkembang.

Dalam edisi kedua ini, Pustaka Kabanti menghadirkan tiga penyair muda asal Sultra, yakni Hartati dari Kabupaten Buton, Marwan Ma’ani dari Kota Kendari, dan Zulyah dari Kota Baubau.

Selain pembacaan puisi, kegiatan ini juga akan diisi dengan diskusi tematik serta sesi tanya jawab bersama peserta yang mengikuti siaran langsung.

Syaifuddin menegaskan, Panggung Puisi Kabanti 2 bukan sekadar acara pembacaan puisi, melainkan ruang pertemuan antara teks, penyair, dan publik.

“Ini adalah upaya untuk merayakan puisi sekaligus memberi penghargaan kepada para penyair yang terus berkarya di tengah berbagai tantangan zaman,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten