Rekap Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, BPTD Sultra Catat 421.873 Penumpang

Kendari – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat total pergerakan penumpang angkutan umum selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 421.873 orang.
Angka tersebut mengalami kenaikan 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Data ini dihimpun dari pemantauan H-8 hingga H+8 Lebaran, yakni 13 – 30 Maret 2026.
Kepala BPTD Kelas II Sultra, Husni Mubarak, menyampaikan bahwa peningkatan pergerakan terjadi baik pada arus mudik maupun arus balik.

“Sebagaimana pemantauan dari H-8 hingga H+8, jumlah penumpang angkutan umum di Provinsi Sulawesi Tenggara selama masa Angkutan Lebaran 2026 sebanyak 421.873 penumpang atau naik 14 persen dibandingkan tahun 2025,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Dari total tersebut, arus mudik tercatat sebanyak 201.375 penumpang atau meningkat 11 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara arus balik mencapai 220.498 penumpang. Puncak arus mudik terjadi pada H-4 dengan 31.161 penumpang, sedangkan puncak arus balik berlangsung pada H+3 sebanyak 31.423 penumpang.
Selama periode pengawasan, BPTD Sultra memantau 39 simpul pantau yang terdiri dari satu titik darat di Terminal Tipe A Puuwatu, 24 titik penyeberangan, 8 pelabuhan laut, 6 bandara, 1 pos pengamanan di Lawea Ranteangin, Kolaka Utara, serta 2 lokasi rest area.
“Pemantauan dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi penumpang selama musim mudik dan balik,” lanjutnya.
Berdasarkan matra transportasi, angkutan laut mencatat jumlah penumpang terbesar sebanyak 187.931 orang atau naik 20 persen. Disusul angkutan penyeberangan sebanyak 137.097 penumpang atau meningkat 2 persen, angkutan udara 92.648 penumpang atau naik 25 persen, dan angkutan darat 4.197 penumpang atau meningkat 15 persen.
Pada angkutan darat, tercatat 264 trip bus atau naik empat persen dari tahun lalu dengan total 4.197 penumpang. Arus mudik mencapai 2.320 penumpang, terdiri dari 721 penumpang masuk Sultra dan 1.599 keluar Sultra. Sementara arus balik berjumlah 1.794 penumpang dengan 988 penumpang masuk dan 806 keluar Sultra. Puncak mudik darat terjadi pada H-3 sebanyak 523 penumpang, sedangkan arus balik tertinggi pada H+8 sebesar 423 penumpang.
Untuk angkutan penyeberangan, jumlah trip kapal mencapai 1.105 trip atau meningkat 44 persen. Total penumpang tercatat 137.097 orang, dengan arus mudik 62.412 penumpang dan arus balik 74.685 penumpang atau naik 20 persen dibanding arus mudik. Pada titik pantau nasional di Pelabuhan Kolaka dan Tobaku, arus mudik tercatat 15.780 penumpang dan arus balik 21.161 penumpang. Puncak arus mudik terjadi pada H-6 sebanyak 9.465 penumpang, sementara arus balik pada H+4 mencapai 10.286 penumpang.
Di sektor angkutan laut, tercatat 1.406 trip kapal dengan total 187.931 penumpang. Arus mudik mencapai 89.001 penumpang atau naik 21 persen, sedangkan arus balik 98.930 penumpang atau meningkat 19 persen. Puncak mudik terjadi pada H-4 sebanyak 15.797 penumpang dan arus balik tertinggi pada H+5 sebesar 15.248 penumpang.
Sementara itu, angkutan udara mencatat 694 penerbangan dengan total 92.648 penumpang, meningkat 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Arus mudik mencapai 47.642 penumpang dan arus balik 45.006 penumpang. Puncak mudik terjadi pada H-4 sebanyak 6.230 penumpang, sedangkan puncak arus balik pada H+3 sebesar 6.475 penumpang.
Selain pergerakan penumpang, BPTD juga mencatat lalu lintas kendaraan melalui traffic counting. Total arus berangkat mudik mencapai 118.179 kendaraan, terdiri dari 61.550 kendaraan masuk Kota Kendari dan 56.629 kendaraan keluar. Puncak arus mudik terjadi pada H-2 dengan 17.804 kendaraan per hari.
Untuk arus balik, tercatat 144.151 kendaraan, dengan 78.624 kendaraan masuk Kota Kendari dan 65.527 kendaraan keluar. Puncak arus balik terjadi pada H+1 sebanyak 22.154 kendaraan per hari.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026, juga tercatat 34 kejadian menonjol, terdiri dari 24 kejadian pada angkutan darat, 8 penyeberangan, 1 angkutan laut, dan 1 angkutan udara. Dari kejadian tersebut dilaporkan 9 korban meninggal dunia, 4 luka berat, serta 9 luka ringan.
Husni Mubarak menyebut data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan transportasi ke depan.
“Seluruh hasil pemantauan ini menjadi dasar evaluasi kami dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran angkutan Lebaran berikutnya,” pungkasnya.





