Gubernur Sultra akan Bersepeda ke Kantor, Dorong Gerakan Moral Kurangi Kendaraan

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, berencana menggunakan sepeda sebagai transportasi dari rumah ke kantor dalam satu hari tertentu sebagai gerakan moral untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
Hal tersebut disampaikan Andi Sumangerukka saat diwawancarai awak media, Rabu (1/4/2026). Ia menyebut langkah itu telah disampaikan kepada jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
“Saya sudah sampaikan bahwa nanti akan ada satu hari tidak menggunakan kendaraan, pakai sepeda. Itu gerakan moral. Saya bersepeda dari rumah ke kantor,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pengurangan aktivitas kendaraan yang berlebihan. Ia juga membuka kemungkinan pejabat lain ikut melakukan hal serupa, meskipun tidak ada kewajiban khusus.
“Kalau saya bersepeda kira-kira gimana? Mereka bersepeda enggak? Ini kan gerakan moral,” katanya.
Ia menegaskan tidak akan ada imbauan resmi ataupun sanksi bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mengikuti langkah tersebut. Menurutnya, kesadaran masing-masing menjadi kunci.
“Saya rasa enggak perlu imbauan. Dalam demokrasi itu terserah, tapi birokrasi punya jalur. Saya yakin mereka sudah paham, karena ini gerakan moral,” jelasnya.
Selain mendorong gerakan bersepeda, mantan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sultra itu juga menyoroti rencana penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN. Saat ini, Pemprov Sultra masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah pusat.
Ia mengatakan, setelah surat edaran diterbitkan, pemerintah daerah akan langsung menindaklanjuti hingga ke seluruh wilayah Sultra.
“Kalau surat edaran sudah ada, maka akan kami tindak lanjuti langsung ke daerah-daerah. Kita tunggu saja, mungkin satu dua hari ini sudah keluar,” katanya.
Andi Sumangerukka menambahkan, sistem WFH bukan hal baru karena telah diterapkan saat pandemi Covid-19. Menurutnya, ASN tetap dapat bekerja efektif secara digital.
“Bekerja di rumah bukan berarti tidak bekerja. Pengalamannya sudah ada saat Covid-19. Semua sudah punya akses digitalisasi,” tegasnya.
Ia pun mengimbau ASN tetap menjaga produktivitas dan profesionalisme jika kebijakan tersebut diterapkan.
“Kalau nanti kebijakan itu berlaku, bekerjalah dengan baik. Walaupun di rumah, tetap bisa bekerja secara maksimal,” pungkasnya.





