Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Bombana

Layanan Puskesmas Rarowatu Bombana Dikeluhkan, Korban Tabrak Lari Tak Ditangani

Layanan Puskesmas Rarowatu Bombana Dikeluhkan, Korban Tabrak Lari Tak Ditangani
Kondisi Rian, warga Desa Pangkuri, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana yang menjadi korban tabrak lari saat berada di Puskesmas Rarowatu. Foto: Istimewa. (2/4/2026).

Bombana – Video keluarga korban tabrak lari yang mengeluhkan pelayanan puskesmas di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral di media sosial. Korban bernama Rian disebut tidak mendapat penanganan saat dibawa ke Puskesmas Rarowatu.

Kakak korban, Rista menyampaikan kekecewaan keluarga karena kondisi sang adik yang cukup parah saat tiba di puskesmas, namun tidak ada tenaga medis yang menangani.

“Kondisi adik saya cukup parah karena patah tangan dan kaki,“ ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan peristiwa tabrak lari itu terjadi di depan rumah korban di Desa Pangkuri, Kecamatan Rarowatu, Kamis (2/4) pagi. Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Rarowatu untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Sebelum berangkat, pihak keluarga mengaku sudah lebih dulu menghubungi petugas medis. Mereka sempat diarahkan untuk membawa korban ke puskesmas karena akan ada perawat yang menangani.

“Kami telepon bidan dulu sebelum berangkat, dia sampaikan ke puskesmas saja, nanti ada perawat yang akan datang,” jelasnya.

Namun saat tiba, keluarga menyebut belum ada tenaga medis di Puskesmas Rarowatu. Mereka kembali menghubungi petugas, tetapi disebut tidak ada perawat yang bisa datang karena masih sibuk.

Merasa tidak mendapat penanganan, keluarga akhirnya membawa korban ke rumah sakit yang berjarak sekitar satu jam dari puskesmas. Momen kekecewaan itu sempat direkam dan viral di media sosial (medsos).

Baca Juga:  Asyik, Warga Koltim Boleh Pakai Mobil Dinas Bupati Buat Acara Nikah

Terpisah, Kepala Puskesmas Rarowatu, Asti Purnama, angkat bicara terkait kejadian tersebut. Ia menyebut saat korban datang, petugas memang belum mulai pelayanan.

“Jam pelayanan di puskesmas dimulai pukul 08.00 sampai 14.00 Wita. Saat petugas datang, pasien sudah tidak berada di puskesmas,” kata Asti .

Asti mengakui kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi, termasuk rencana penjadwalan petugas agar ke depan ada layanan siaga.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten