DPRD Kendari Dorong Penguatan Sistem Pembinaan Anak Jalanan Jelang UCLG Aspac

Kendari – Dinamika pembangunan Kota Kendari yang terus bergerak maju turut diiringi dengan berbagai tantangan sosial yang perlu ditangani secara komprehensif. Salah satunya adalah fenomena anak jalanan yang belakangan kembali menjadi perhatian publik.
Menyikapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk menghadirkan langkah penanganan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, terutama menjelang pelaksanaan agenda internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG Aspac) yang akan digelar di kota ini.
Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, menilai keberadaan anak jalanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan sosial, tetapi juga menyentuh aspek ketertiban umum, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat.
“Penanganan anak jalanan perlu dilakukan secara menyeluruh dan terukur. Ini bukan sekadar penertiban, tetapi bagaimana menghadirkan solusi yang mampu menjawab akar persoalan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia mengungkapkan, aktivitas anak jalanan di sejumlah titik, khususnya di persimpangan lampu merah, kerap menimbulkan potensi gangguan lalu lintas serta risiko keselamatan bagi pengguna jalan. Kondisi ini, menurutnya, memerlukan perhatian serius dengan pendekatan yang lebih efektif dan humanis.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti perlunya pendalaman terhadap pola kemunculan anak jalanan yang dinilai memiliki dinamika tersendiri. DPRD, kata dia, mendorong instansi terkait untuk melakukan pemetaan yang akurat guna memastikan penanganan berjalan tepat sasaran.
“Pendekatan berbasis data menjadi kunci. Kita perlu mengetahui latar belakang mereka, termasuk asal daerah dan faktor yang mendorong mereka turun ke jalan,” jelasnya.
DPRD Kota Kendari juga memahami bahwa pemerintah masih menghadapi keterbatasan sarana pendukung, seperti fasilitas pembinaan maupun pelatihan bagi anak jalanan. Namun demikian, kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi untuk memperkuat sistem penanganan jangka panjang.
“Ke depan, kita berharap ada penguatan fasilitas pembinaan sehingga anak-anak ini tidak hanya ditertibkan, tetapi juga diberikan ruang untuk berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Dalam konteks penertiban, Rajab Jinik, menegaskan DPRD Kota Kendari mendorong adanya pengawasan yang lebih konsisten di titik-titik rawan, disertai dengan pendekatan persuasif dan edukatif. Sinergi lintas sektor, termasuk dukungan aparat serta Forkopimda, dinilai penting guna memastikan langkah yang diambil berjalan optimal.
Momentum pelaksanaan UCLG Aspac pun menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memperkuat upaya ini. Sebagai tuan rumah agenda internasional, Kota Kendari diharapkan mampu menampilkan wajah kota yang tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh tamu yang hadir.
“Kesiapan kota tidak hanya dari sisi infrastruktur dan penyelenggaraan acara, tetapi juga bagaimana kita menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan secara menyeluruh,” tegasnya.
Di sisi lain, DPRD Kota Kendari juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemkot Kendari dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam menangani persoalan ini. Mengingat Kendari merupakan ibu kota provinsi, sinergi antarlembaga dinilai menjadi faktor kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan terpadu antara penertiban, pembinaan, serta penguatan sistem sosial, diharapkan penanganan anak jalanan di Kota Kendari dapat berjalan lebih efektif, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa depan.





