Ngamuk Bawa Parang, ODGJ di Konawe Lukai 2 Warga

Konawe – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial RN melakukan pencurian disertai penganiayaan di Kelurahan Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (6/4/2026), sekitar pukul 10.30 Wita. Akibat kejadian itu, dua orang warga mengalami luka.
Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Gafur, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula saat RN mengamuk di sebuah minimarket dan membawa kabur uang dari kasir.
“Dua korban mengalami luka, masing-masing H dan IKPP. Kejadian bermula saat pelaku mengamuk di sebuah minimarket dan membawa kabur uang dari kasir,” ujar Andi Gafur, Selasa (7/4).
Usai beraksi, RN kemudian melarikan diri ke arah wilayah Wawotobi sambil membawa senjata tajam berupa parang. Dalam pelariannya, ia sempat diadang oleh warga yang berusaha menghentikan aksinya.
Namun, upaya menghentikan RN justru berujung pada penganiayaan terhadap dua orang warga. Satu korban mengalami luka di bagian jari akibat sabetan parang, sementara korban lainnya mengalami luka pada pergelangan tangan saat mencoba membantu.
“Salah satu korban berusaha mengadang pelaku, namun diserang hingga mengalami luka di bagian jari. Korban lainnya juga terluka pada bagian pergelangan tangan akibat sabetan parang,” tambahnya.
Warga lainnya yang melihat kejadian itu segera melapor ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Wawotobi bersama Polres Konawe kemudian langsung menuju lokasi dan mengamankan RN.
“Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Wawotobi, namun belum dapat dimintai keterangan karena diduga mengalami gangguan kejiwaan,” bebernya.
Ia menyebutkan, RN kerap meresahkan warga sekitar. Pemerintah setempat kini tengah mengurus administrasi untuk membawanya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Kendari guna pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, kedua korban telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Konawe.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kejiwaan RN serta mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika ada kejadian serupa.





