Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Warga Digegerkan Aksi Pria Diduga ODGJ Panjat Menara 70 Meter di Muna

Warga Digegerkan Aksi Pria Diduga ODGJ Panjat Menara 70 Meter di Muna
La Gali, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) memanjat menara internet di Desa Labone, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (5/4/2026).

Muna – Warga di Desa Labone, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), digegerkan dengan aksi nekat pria memanjat menara internet setinggi kurang lebih 70 meter. Peristiwa itu terjadi saat warga tengah berkumpul menyaksikan pertandingan sepak bola di lapangan desa, Minggu (5/4/2026), sekitar pukul 17.15 Wita.

Camat Lasalepa, Asgar Arianto, mengatakan aksi tersebut awalnya tidak disadari warga, karena posisi menara berada di belakang rumah penduduk. Namun, saat pria itu sudah berada di ketinggian, barulah aksinya terlihat dan langsung menarik perhatian warga di lokasi.

“Awalnya itu tidak kelihatan, karena terpele rumah. Nanti pas di tengah-tengah baru kelihatan sama warga,” ungkap Asgar saat dikonfirmasi Kendariinfo, Selasa (7/4).

Pria tersebut diketahui bernama La Gali yang diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Warga sekitar menyebut La Gali memang telah lama mengalami gangguan kejiwaan dan bahkan pernah melakukan aksi serupa sebelumnya.

“Dia ini memang ada gangguan kejiwaan sejak lama. Memang sudah pernah terjadi semacam ini,” tambah Asgar.

Kejadian itu menyita perhatian, karena La Gali terlihat santai berada di atas menara. La Gali bahkan sempat meminum minuman keras jenis arak yang dibawanya dari bawah saat berada di ketinggian.

Asgar menyebut pihak keluarga sempat berupaya membujuk La Gali agar segera turun dari menara demi keselamatannya. Meski sempat membuat panik warga, situasi akhirnya berangsur kondusif setelah La Gali turun dengan sendirinya tanpa bantuan petugas.

Baca Juga:  Pria Diduga ODGJ di Kendari Buang Air Sembarang, Warga Harap Dinsos Evakuasi

“Kemarin itu dia turun sendiri. Sempat keluarga minta turun,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian itu menjadi perhatian warga setempat, mengingat aksi serupa disebut pernah terjadi sebelumnya. Pihak pemerintah kecamatan mengimbau keluarga dan masyarakat sekitar untuk lebih memperhatikan kondisi La Gali agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak membahayakan dirinya maupun orang lain.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten