UPBJJ SiberMu Bekerja Sama dengan UM Kendari, Dorong Kuliah Daring untuk Mahasiswa

Kendari – Unit Pusat Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Siber Muhammadiyah (SiberMu) Kendari bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari untuk mendorong kuliah full daring bagi mahasiswa di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kepala UPBJJ SiberMu Kendari, Muhammad Dikman Maheng, menjelaskan sistem pembelajaran yang diterapkan berbeda dari model hybrid karena seluruh aktivitas akademik berlangsung secara daring.
“Seluruh proses dilakukan online, mulai dari penyampaian materi, penugasan hingga pemantauan keaktifan mahasiswa. Tutor berperan mendampingi dan membantu secara digital,” ujar Dikman dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) UPBJJ SiberMu di UM Kendari, Kamis (9/4/2026).
Mahasiswa mengikuti perkuliahan melalui platform digital yang telah disiapkan. Aktivitas seperti membaca modul, menonton video pembelajaran, diskusi, hingga pengumpulan tugas dilakukan sepenuhnya secara online. Sistem ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai wilayah tetap mengikuti kuliah tanpa harus berpindah tempat.
Sebagai bentuk kolaborasi, UM Kendari juga menyediakan fasilitas pendukung berupa ruang belajar dan laboratorium komputer. Fasilitas tersebut digunakan dalam skema berbagi sumber daya apabila diperlukan pertemuan luring terbatas.
Program pembelajaran jarak jauh ini telah berjalan sejak 2021 melalui kerja sama antara kedua perguruan tinggi tersebut. UPBJJ SiberMu Kendari kini menjadi pusat layanan mahasiswa dari wilayah Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Secara nasional, jumlah mahasiswa SiberMu tercatat mencapai sekitar 4 ribu hingga 5 ribu orang. Sementara calon mahasiswa baru yang mendaftar melalui sistem daring setiap tahun berkisar antara 6 ribu hingga 10 ribu orang.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Setyabudi Indarto, menilai kualitas pembelajaran jarak jauh lebih ditentukan oleh kreativitas tenaga pengajar dibandingkan fasilitas yang tersedia.
“Sarana itu hanya sebagai pendukung. Yang lebih dibutuhkan justru kreativitas dosen dan tutor, bukan sekadar mengandalkan fasilitas,” jelas Setyabudi.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terbuka untuk memperbaiki sistem pembelajaran jarak jauh. Menurutnya, keterlibatan pihak eksternal sering kali membantu melihat hal-hal yang sebelumnya luput dari perhatian internal.
“Yang perlu dilakukan bukan menutup kekurangan, tetapi mendiskusikan langkah-langkah perbaikan ke depan agar menjadi lebih baik,” katanya.
Setyabudi menegaskan kehadiran pihaknya bukan untuk menghakimi, melainkan memastikan unit pembelajaran jarak jauh memberikan manfaat nyata dari sisi utilitas dan kreativitas. Ia bahkan menilai UPBJJ SiberMu Kendari berpotensi menjadi contoh praktik terbaik bagi unit lain.
“UPBJJ SiberMu di Kendari bisa menjadi best practice. Ini modal kuat untuk melakukan akselerasi ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi pengembangan pendidikan tinggi berbasis pembelajaran jarak jauh. Banyak pihak disebut mulai mengajukan pendirian perguruan tinggi berbasis PJJ, meski sementara belum dapat dilayani karena keterbatasan kuratorium.
“Jika nantinya dibuka, peluangnya akan sangat besar. Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk mendorong kreativitas dalam pengembangan pendidikan tinggi,” tutupnya.





