Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kolaka

Proyek Strategis Unggulan Presiden di Koltim Lambat, Terkendala Tukang dan Material

Proyek Strategis Unggulan Presiden di Koltim Lambat, Terkendala Tukang dan Material
Kondisi KDMP/KKMP di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang belum mencapai 20 persen. Foto: Istimewa.

Kolaka Timur – Proyek strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan berjalan lambat. Hingga pertengahan April 2026, progres pembangunan disebut belum mencapai 20 persen, meskipun pekerjaan telah dimulai sejak Januari dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Diketahui, KDMP/KKMP merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi berbasis gotong royong. Program ini dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi multifungsi, mulai dari penyediaan sembako, layanan apotek, hingga unit simpan pinjam.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengumumkan peluncuran 80 ribu koperasi desa dalam rapat terbatas di Istana Negara pada 3 Maret 2025. Program tersebut ditargetkan diluncurkan secara serentak bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional (HKN) pada 12 Juli 2025.

Kondisi KDMP/KKMP di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang belum mencapai 20 persen.
Kondisi KDMP/KKMP di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang belum mencapai 20 persen. Foto: Istimewa.

Di Koltim, pembangunan dilakukan di empat titik, yakni Labandia, Wonuambuteo, Lere Jaya, dan Atulano. Namun, hingga kini seluruh titik tersebut masih menunjukkan progres yang relatif lambat, sementara sisa waktu pengerjaan tinggal sekitar tiga bulan.

Komandan Kodim 1412 Kolaka, Letkol Inf Choky Gunawan, saat dihubungi Kendariinfo, Senin (13/4/2026), mengakui adanya keterlambatan dalam pengerjaan. Ia menyebut sejumlah kendala teknis menjadi faktor utama, di antaranya keterbatasan tenaga tukang dan ketersediaan material.

“Progres itu ada yang cepat, ada yang lambat karena banyak variabel. Salah satunya tukang. Kadang kami menggunakan tukang gabungan dengan warga setempat, juga tukang dari luar. Namun, terkadang tukang yang didapat kurang terampil, kerjanya lambat, bahkan tiba-tiba pindah ke tempat lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Buntut Pertalite Campur Air, Pertamina Bakal Sanksi Tegas SPBU Tapak Kuda Kendari Jika Lalai

Selain itu, distribusi material juga disebut menjadi tantangan, terutama pada lokasi yang jauh dan akses pengambilan bahan bangunan yang terbatas.

“Material kadang-kadang sulit. Di satu titik, terutama yang jauh, pengambilan material juga jauh. Selain itu, material sering menjadi rebutan. Mau beli di satu tempat habis, di tempat lain juga habis,” bebernya.

Meski demikian, pihaknya memastikan upaya percepatan terus dilakukan agar target penyelesaian tetap tercapai sesuai jadwal peluncuran nasional.

“Targetnya Juli harus selesai karena akan diluncurkan secara serentak oleh presiden. Kami akan bekerja hingga malam dengan menggunakan lampu sorot,” tambahnya.

Sejumlah pihak menilai kondisi ini menjadi perhatian bersama, khususnya dalam memastikan pelaksanaan proyek strategis nasional berjalan optimal. Evaluasi dan penguatan koordinasi dinilai penting agar program yang ditujukan untuk mendorong ekonomi desa ini dapat terealisasi sesuai harapan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten