Upah Belum Dibayar, Warga Segel Rumah Adat Laika Mbuu di Konawe

Konawe – Rumah Adat Tolaki atau yang dikenal sebagai Laika Mbuu mendadak disegel warga. Penyegelan tersebut diduga merupakan buntut dari upah para pekerja yang belum dibayar setelah setahun proyek rehabilitasi bangunan tersebut diselesaikan.
Tak hanya disegel, bangunan yang terletak di Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), itu juga dipasangkan spanduk berisi protes pekerja yang menuntut pemberian haknya.
“Proyek rehab Laika Mbuu sudah 1 tahun selesai tapi upah para pekerja belum dibayar. Tolong bayarkan keringat kami,” demikian keterangan dalam spanduk tersebut.
Bentuk protes ini sontak menuai perhatian publik. Rumah adat yang selama ini menjadi tempat prosesi sakral, kini menjadi saksi kekecewaan para pekerja atas keringat jerih payah dan hak yang tidak terpengaruhi.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Unaaha, Iptu La Ode Anti, menyampaikan informasi terkait aksi tersebut diterimanya sejak Senin (20/4/2026).
“Baru kemarin juga saya diinfokan ada pemasangan spanduk itu,” ungkapnya kepada Kendariinfo, Selasa (21/4).
Meski demikian, ia menyebutkan belum ada pengaduan resmi dari pihak bersangkutan di Polsek Unaaha terkait indikasi tersebut.
“Tapi sampai saat ini saya belum menerima laporan dari masyarakat langsung yang dirugikan terkait indikasi belum dibayarkannya upah kerja mereka,” jelasnya.





