BWS dan Pemkot Siapkan 3 Koridor Drainase untuk Tekan Banjir Kendari

Kendari – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyiapkan konsep pembangunan tiga koridor utama drainase perkotaan yang diklaim mampu menekan banjir di Kota Kendari dengan sistem serupa drainase kolektor di kawasan Kali Kadia.
Tiga koridor tersebut nantinya akan menjadi jalur induk penampungan aliran air dari drainase lingkungan sebelum dialirkan ke sungai utama.
Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muhammad Harliansyah mengatakan, konsep penanganan banjir itu merupakan hasil kolaborasi antara BWS dan Pemkot Kendari sebagai solusi jangka panjang mengurangi genangan di sejumlah titik rawan banjir.
“Penanganan banjir kota ini nantinya dilakukan dengan membangun tiga koridor drainase utama perkotaan. Koridor ini akan menjadi drain kolektor dari sungai-sungai yang ada di Kota Kendari,” katanya, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, koridor pertama direncanakan berada di Sungai Korumba. Kemudian koridor kedua berada di Sungai Bonggoeya yang akan terkoneksi hingga kawasan Pasar Panjang dan Tunggala Dalam. Sementara koridor ketiga akan dibangun di kawasan Polresta Kendari.
Menurut Harliansyah, seluruh koridor utama tersebut nantinya dihubungkan dengan drainase lingkungan dan drainase tersier agar aliran air hujan dapat terkendali sebelum masuk ke sungai utama.
“Harapannya tiga koridor utama ini bisa saling terhubung dengan drainase lingkungan dan menjadi konsep pengendalian banjir Kota Kendari,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, Pemkot Kendari tengah menyusun perencanaan proyek tersebut, termasuk desain teknis dan kesiapan lahan.
Jika seluruh tahapan selesai, penanganan fisik tiga koridor drainase itu diperkirakan mulai dilakukan pada 2027.
“Kalau desain dan lahannya sudah siap, perkiraan kami tahun 2027 sudah mulai dilakukan penanganan,” jelasnya.
Harliansyah menilai konsep drainase kolektor tersebut sangat efektif karena telah diterapkan di kawasan Kali Kadia dan terbukti mampu menampung aliran air dari drainase kecil sebelum diteruskan ke sungai utama.
“Itu contoh drain kolektor yang sudah terbukti. Semua drainase lingkungan masuk dulu ke sana sebelum dialirkan ke sungai utama,” pungkasnya.





