Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Wakatobi

Film Pesta Babi Diputar di Wakatobi, Warga Antusias Hadiri Nobar

Film Pesta Babi Diputar di Wakatobi, Warga Antusias Hadiri Nobar
Situasi pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Pantai Lakota, Kelurahan Waha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (23/5/2026).

Wakatobi – Pemutaran film dokumenter Pesta Babi disambut antusias warga di Pantai Lakota, Kelurahan Waha, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (23/5/2026) malam.

Kegiatan nonton bareng (nobar) itu tidak hanya diikuti kalangan remaja dan dewasa, tetapi juga anak-anak. Mereka menghimpit di antara penonton, bergerombol di area kosong hingga berjejer di depan layar.

Penanggung jawab kegiatan, Dinul Cahyawan, mengatakan nobar berlangsung aman dan terkendali. Kegiatan tersebut digagas semata-mata sebagai ruang hiburan sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini digagas untuk menghadirkan ruang hiburan sekaligus kebersamaan bagi masyarakat. Selain menikmati tontonan bersama, kegiatan nobar juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga, anak muda, dan komunitas,” ujarnya kepada Kendariinfo, Minggu (24/5).

Selain pemutaran film, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan diskusi dan pembacaan puisi. Warga saling bertukar pandangan mengenai film yang ditayangkan sembari menghabiskan malam Minggu dengan aktivitas positif.

Dinul menilai agenda nobar film itu sebelumnya sempat mendapat larangan dari aparat karena berkaitan dengan sejumlah hal, di antaranya izin pelaksanaan, hak cipta, hingga kekhwatiran terhadap keamanan dan ketertiban.

Namun, seiring mudahnya film itu diakses hampir di seluruh platform digital, kegiatan nobar mulai sering digelar. Bagi Dinul, selama penonton berkomitmen untuk saling menjunjung kenyamanan bersama dan tidak merugikan pihak lain, kegiatan tersebut tidak akan menimbulkan dampak negatif.

“Memang sebelumnya sempat ada kabar pelarangan dari aparat karena berkaitan dengan izin, hak cipta, maupun kekhawatiran soal keamanan dan ketertiban. Tetapi seiring waktu, karena antusias masyarakat cukup besar dan akses film juga sudah banyak tersebar, kegiatan seperti ini akhirnya mulai sering diadakan,” tandasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten