Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Korban Tabrakan di Kendari Keluhkan Sopir Minibus Pergi Tanpa Penyelesaian

Korban Tabrakan di Kendari Keluhkan Sopir Minibus Pergi Tanpa Penyelesaian
Sopir minibus (mengenakan kaus putih) saat mengantar korban tabrakan menggunakan sepeda motor di RSUD Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (3/6/2026).

Kendari – Korban tabrakan di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengeluhkan sikap sopir minibus yang diduga tidak menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan kecelakaan yang melibatkan dirinya.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Seorang pria yang mengenakan kaus putih itu dikabarkan menabrak RS dan AFA yang saat itu tengah berboncengan menggunakan sepeda motor.

“Berboncengan. Pada saat di perempatan SPBU Saranani, kami baku ketemu sama dia (sopir minibus) ini. Di situ baku dapat. Terlempar kita berdua,” ujar RS kepada Kendariinfo, Rabu (3/6).

Akibat kecelakaan itu, RS mengalami keseleo pada bahu serta luka di tangan kiri, pergelangan kaki, dan lutut. Sementara itu, AFA dikabarkan mengalami luka robek di bagian mulut, satu gigi pecah, tiga gigi goyang, luka bagian tangan dan lutut, serta sakit di kepala bagian belakang dan perut.

“Kalau saya, keseleo bagian bahu, luka tangan kiri, dan luka di pergelangan kaki sama lutut. Kalau AFA, robek mulut, gigi pecah satu, tiga goyang. Kalau luka bagian tubuh di tangan sebelah kiri, di lutut, sama sakit kepala belakang dan perutnya,” tutur RS.

Usai kejadian, terduga pelaku dikabarkan tiba-tiba mengendarai sepeda motor saat mengikuti minibus yang mengangkut kedua korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas pada Rabu (3/6) sekitar pukul 01.00 Wita. Minibus tersebut merupakan mobil yang terduga pelaku kendarai saat penabrakan.

Pihak keluarga korban juga tidak mengetahui mengapa bukan terduga pelaku yang mengendarai minibus tersebut. Untuk memperoleh penjelasan terkait itu pun diakui tidak sempat, karena terduga pelaku beserta mobil yang mengangkut kedua korban hanya bertahan sekitar lima menit sebelum pergi tanpa memberikan pernyataan atau penyelesaian.

“Saya sempat bilang jangan dulu pulang, supaya kasih selesai. Di Bahteramas itu, pelaku balik turun, kemudian langsung pergi. Saya kira ada dia mau kasih penyelesaian, tapi ini biar satu kata tidak ada dia lemparkan ke kami,” ungkap RS.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan RS ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari pada Rabu (3/6) untuk ditindaklanjuti.

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten