Krisis Lapak Pasar Kaloko Berujung Demo, Pemkab Buton Janjikan Solusi

Buton – Polemik penataan Pasar Kaloko di Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga kini belum menemui titik terang. Kondisi tersebut memicu aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah warga dan mahasiswa di Kantor Bupati Buton pada Kamis (4/6/2026).
Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, bersama Kepala Dinas Perdagangan Buton, Sadisu, menemui massa saat demonstrasi tengah berlangsung.
Di lokasi, Alvin berdialog langsung bersama para pedagang guna mencari solusi terkait berbagai persoalan yang dihadapi. Ia menyebut di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton tetap berkomitmen mencari jalan keluar terbaik untuk menjawab keluhan yang disampaikan.
“Kami datang untuk mendengar langsung keluhan pedagang dan mencari solusi bersama. Kondisi keuangan daerah saat ini memang sedang terbatas. Namun, pemerintah tetap berkomitmen mencarikan jalan keluar yang terbaik,” ujar Alvin melalui keterangan resmi.
Sementara itu, Sadisu, mengatakan penambahan lapak di Pasar Kaloko terus diupayakan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Apabila anggaran tersedia, pihaknya akan menyiapkan berbagai kebutuhan teknis sebagai tindak lanjut pembangunan lapak tambahan.
Di kawasan pasar juga terlihat aksi pemblokiran jalan menggunakan material timbunan dari pihak yang belum diketahui identitasnya. Tindakan itu sempat memicu beragam reaksi pedagang lain karena dinilai mengganggu aktivitas warga sekitar.
Dalam video unggahan akun Facebook Yasni Saja, sejumlah pedagang juga tidak mengetahui pasti penyebab pemblokiran yang dilakukan.
“Jalannya kita dia tutup. Kita tidak tahu apa sebabnya. Mobilnya siapa tadi?” ucap salah satu warga yang belum diketahui namanya dalam video unggahan tersebut, Kamis (4/6).
Sebelumnya, Dinas Perdagangan Buton pernah membagikan 56 lapak melalui sistem pencabutan lot pada Rabu (4/2). Namun, jumlah itu dinilai belum mampu mengakomodasi kebutuhan lapak para pedagang dari total terdampak sekitar 158 lapak usai peristiwa kebakaran pada Senin, 29 Desember 2025 lalu.





