Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Pengemudi Mobil Dikejar Pakai Parang saat Jemput Penumpang di Pelabuhan Kendari – Wawonii

Pengemudi Mobil Dikejar Pakai Parang saat Jemput Penumpang di Pelabuhan Kendari – Wawonii
Dua pria membawa parang mengejar pengemudi mobil di luar area Pelabuhan Kendari - Wawonii, Kelurahan Dapudapura, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Kendari – Pengemudi mobil online diduga mengalami intimidasi dan ancaman dari orang tak dikenal (OTK) saat menjemput penumpang di luar area Pelabuhan Kendari – Wawonii, Kelurahan Dapudapura, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan video beredar, terlihat pengemudi online sedang menjemput penumpang yang baru tiba. Tak lama setelah penumpang masuk ke dalam kendaraan, dua pria tak dikenal mendatangi sopir tersebut. Keduanya diduga melarang pengemudi mengambil penumpang, sehingga sempat terjadi adu mulut di lokasi.

Saksi mata bernama Enal (30) mengatakan kejadian bermula saat kapal dari Wawonii baru saja sandar di pelabuhan. Saat itu, pengemudi tidak masuk dalam area pelabuhan untuk menjemput penumpang, tetapi menunggu dari jauh.

“Driver Maxim itu sudah tahu aturan. Jadi dia tidak masuk ke dalam area pelabuhan untuk mengambil penumpang. Dia meminta penumpangnya menunggu di luar,” kata Enal, Rabu (10/6).

Menurutnya, persoalan muncul setelah penumpang masuk ke kendaraan. Dua pria yang tidak dikenal tiba-tiba datang dan mempertanyakan penumpang tersebut.

“Begitu penumpang sudah naik, datang dua orang yang melarang sopir mengambil penumpang. Mereka sempat berdebat, tetapi sopir Maxim tetap melanjutkan perjalanan mengantar penumpang,” ujarnya.

Enal menyebut dua pria tersebut kembali muncul dan membuntuti kendaraan korban menggunakan sepeda motor.

“Setelah mengantar penumpang, sopir itu diburu lagi dua orang tersebut. Salah satu dari mereka mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan mengancam driver Maxim,” ungkapnya.

Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait peristiwa yang viral di media sosial itu.

“Sampai saat ini belum ada yang melapor,” singkat Busran.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten