Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Bocah asal Muna Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Kolam Renang Bantul

Bocah asal Muna Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Kolam Renang Bantul
Polisi saat menunjukkan lokasi tenggelamnya seorang bocah usia enam tahun berinisial SAA asal Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna di Potorono, Banguntapan, Kabupaten Bantul. Foto: Polres Bantul.

Muna – Seorang bocah berusia enam tahun berinisial SAA asal Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), meninggal dunia usai tenggelam di sebuah kolam renang di wilayah Potorono, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (21/6/2026).

Awalnya, korban datang ke lokasi wisata kolam renang sekitar pukul 11.00 Wita dan sekitar 10 menit kemudian berada di area kolam sebelum akhirnya ditemukan tenggelam di kolam dengan kedalaman sekitar 1,2 meter.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto membenarkan peristiwa tersebut. “Iya ada anak tenggelam di kolam sedalam 1,2 meter di Potorono,” kata dia kepada wartawan, Senin (22/6).

Saat petugas tiba di lokasi, korban lebih dulu dievakuasi oleh petugas kolam renang. Ketika diangkat dari dalam air, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Rajawali Citra untuk mendapatkan penanganan medis.

Tim medis sempat melakukan tindakan darurat di instalasi gawat darurat (IGD). Namun, sekitar pukul 11.29 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia setelah denyut nadinya tidak lagi teraba.

Polisi masih mendalami penyebab korban bisa tenggelam. Proses penyelidikan terkendala karena area kolam tempat korban ditemukan ternyata tidak terjangkau kamera pengawas atau CCTV yang tersedia di lokasi.

Diketahui, korban datang ke kolam renang bersama keluarganya. Namun, aparat kepolisian masih menyelidiki apakah korban saat itu bermain sendiri atau bersama anggota keluarga lainnya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban sempat dibawa ke rumah keluarga di kawasan Glagah, Tamanan, Banguntapan. Selanjutnya, pihak keluarga memutuskan untuk menerbangkan jenazah ke Sultra agar dimakamkan di kampung halamannya.

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten