Agen BRILink di Kendari Temukan Uang Diduga Palsu Usai Pelanggan Setor Tunai

Kendari – Selembar uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu ditemukan di sebuah agen BRILink di kawasan Pasar Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Uang tersebut diduga masuk melalui transaksi setor tunai dan baru diketahui saat hendak diberikan kepada pelanggan yang melakukan penarikan tunai.
Pemilik Agen BRILink Rani Cell, Diki, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (7/7/2026). Menurut dia, uang tersebut diduga diterima dari seorang pelanggan yang melakukan transaksi setor tunai usai berbelanja di kawasan Pasar Baruga.
Saat itu, kondisi konter sedang ramai sehingga karyawannya tidak sempat memeriksa setiap lembar uang yang diterima secara teliti.
“Pada pagi hari karyawan saya menerima transaksi seperti biasa. Saat itu kondisi sedang ramai sehingga uang tersebut tidak sempat diperiksa secara teliti,” ujar Diki kepada Kendariinfo melalui pesan WhatsApp.
Keberadaan uang yang diduga palsu itu baru diketahui sekitar pukul 15.00 Wita saat seorang pelanggan melakukan penarikan tunai sebesar Rp1 juta. Salah satu lembar uang pecahan Rp100 ribu yang diberikan kepada pelanggan kemudian diduga bukan uang asli.
“Setelah pelanggan menyampaikan bahwa uang tersebut diduga palsu, barulah karyawan saya melapor kepada saya. Kami kemudian memeriksa uang tersebut dan menduga memang uang itu palsu,” katanya.
Diki mengatakan, dugaan tersebut muncul setelah karyawannya memeriksa kondisi fisik uang tersebut. Secara kasat mata, warna uang dinilai berbeda dibandingkan uang asli. Saat diraba, teksturnya juga terasa lebih halus.
Selain itu, ketika diterawang ke arah cahaya, uang tersebut tidak menampilkan gambar bayangan (watermark) sebagaimana ciri keaslian uang rupiah.
Diki menjelaskan, uang yang diduga palsu itu hanya berjumlah satu lembar pecahan Rp100 ribu. Setelah menerima laporan dari karyawannya, ia langsung memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk menelusuri asal uang tersebut.
Namun, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan siapa yang menyerahkan uang tersebut karena seluruh rekaman CCTV pada hari kejadian masih harus diperiksa satu per satu.
“Sampai sekarang belum diketahui siapa yang memberikan uang tersebut. Kemungkinan besar uang itu kami terima saat ada pelanggan melakukan setor tunai,” jelasnya.
Atas kejadian itu, Diki mengimbau masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku usaha di kawasan Pasar Baruga, agar lebih teliti saat menerima uang tunai dari pelanggan.





