Upaya Cegah Stunting, Pemkot Kendari Targetkan 36 Ribu Balita dan Ibu Hamil Masuk Pendataan

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperkuat upaya pencegahan stunting dengan menargetkan sekitar 36 ribu balita dan ibu hamil masuk dalam sistem pendataan sebagai dasar pelaksanaan intervensi di lapangan.
Target tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2026 yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (13/7/2026).
Amir mengungkapkan, hingga saat ini jumlah data yang berhasil dihimpun baru sekitar 9 ribu sasaran. Angka tersebut masih jauh dari target sekitar 36 ribu ibu hamil dan balita yang harus masuk dalam sistem pendataan.
Menurutnya, kelengkapan data menjadi kunci agar program pencegahan stunting dapat diberikan kepada sasaran yang tepat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong percepatan pendataan di seluruh wilayah Kota Kendari.
Ia meminta camat, lurah, kader Posyandu, RT/RW, dan Tim Penggerak PKK lebih aktif melakukan pendataan terhadap ibu hamil dan balita di lingkungan masing-masing.
“Kalau ada kesulitan menggunakan sistem online, lakukan dulu pendataan secara manual. Yang penting datanya terkumpul dan valid, sehingga bisa menjadi dasar intervensi yang tepat,” kata Amir.
Selain mempercepat pendataan, Amir menegaskan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga pemenuhan gizi, sanitasi, dan kondisi keluarga berisiko stunting.
“Persoalan stunting bukan hanya urusan Dinas Kesehatan atau Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh OPD,” ujarnya.
Ia juga meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) memperkuat koordinasi dan menyelaraskan data antarlembaga agar setiap kebijakan penanganan stunting di Kota Kendari disusun berdasarkan data yang akurat.





