Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

5.109 Mahasiswa UHO Kendari Turun ke Desa, Jalankan KKN di 7 Kabupaten Sultra

5.109 Mahasiswa UHO Kendari Turun ke Desa, Jalankan KKN di 7 Kabupaten Sultra
Pelepasan mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari 2026 ke 7 daerah di Sultra. Foto: Dok. Humas UHO Kendari. (13/7/2026).

Kendari – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menerjunkan sebanyak 5.109 mahasiswa untuk mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) reguler dan KKN tematik angkatan II tahun 2026 di tujuh kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra). Ribuan mahasiswa itu akan menjalankan pengabdian kepada masyarakat selama 30 hari.

Pelepasan peserta KKN berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO Kendari, Senin (13/7/2026). Program tersebut diikuti 3.799 mahasiswa KKN reguler yang terbagi dalam 264 kelompok dan 1.310 mahasiswa KKN tematik.

Mahasiswa KKN reguler akan ditempatkan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Konawe, Bombana, Kolaka Utara (Kolut), Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), dan Konawe Utara (Konut). Peserta berasal dari 14 fakultas, dengan komposisi terbanyak dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebesar 30,38 persen, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 22,72 persen, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 10,29 persen.

Untuk KKN tematik, UHO Kendari mengintegrasikan program tersebut dengan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Sebanyak 80 judul PkM mendapat pendanaan dan melibatkan 1.310 mahasiswa yang didampingi 481 dosen pembimbing lapangan.

Kota Kendari menjadi daerah dengan jumlah program KKN tematik terbanyak, yakni 41 judul. Selanjutnya, Konsel sebanyak 19 judul, Konawe 18 judul, serta masing-masing satu judul di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dan Bombana.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO Kendari, Dr. Herman, meminta seluruh peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat serta menghormati adat istiadat di lokasi penempatan. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik kampus selama menjalankan KKN.

“Jangan sekadar mengimplementasikan ilmu yang telah didapat di bangku kuliah. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat, sehingga dapat ditemukan solusi atas persoalan tersebut,” ujarnya dikutip dari laman resmi UHO Kendari.

Herman berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga keberadaan mereka memberikan manfaat nyata bagi desa-desa lokasi KKN di Sultra.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten