Penerbangan Paralayang Perdana di Buteng, Dorong Pengembangan Destinasi Wisata

Buton Tengah – Elang Tenggara Paralayang bersama Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menggelar penerbangan paralayang perdana di Desa Wadiabero, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
Agenda tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Buteng pada Kamis (23/7/2026).
Ketua Genpi Sultra sekaligus Ketua Tim Survei, Ryo Muhamad, mengatakan Kabupaten Buteng terpilih menjadi lokasi pertama dari delapan titik spot paralayang yang menjadi sasaran survei berikutnya. Kegiatan ini tidak luput atas kerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra.
“Jadi untuk paralayang di Buteng ini merupakan salah satu rangkaian Program Survei Spot Paralayang Sultra. Kebetulan kami langsung bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Sultra terkait destinasi ini. Buteng jadi spot pertama kami,” ujarnya kepada Kendariinfo, Jumat (24/7).
Penambahan cabang olahraga paralayang diharapkan menjadi gerbang utama bagi Kabupaten Buteng untuk mengintensifkan pengembangan berbagai aktivitas wisata lainnya, seperti panjat tebing, susur gua, dan eksplorasi bawah laut.
“Ada beberapa spot; panjat tebing, susur gua, diving, itu satu paket. Hadirnya paralayang ini jadi gerbang utamanya. Kebetulan banyak turis di Buteng yang datang. Kami pilih di situ karena paralayang mengandalkan angin. Selama arah angin berembus dari timur, selama itu juga paralayang terbuka,” jelas Ryo.
Ryo juga menuturkan inisiator paralayang adalah warga lokal Desa Wadiabero bernama Rimba dan memiliki lisensi paralayang. Dalam dua tahun terakhir, Rimba telah mencoba mengembangkan spot tersebut, tapi belum berhasil.
Melalui program yang diusung, didukung lokasi strategis, Ryo bersama tim kemudian menetapkan daerah tersebut sebagai salah satu spot untuk pengembangannya. Dengan begitu, diharapkan potensi pariwisata kian berkembang dan berdampak terhadap laju ekonomi masyarakat.
Selain Kabupaten Buteng, survei spot paralayang akan dilanjutkan ke sejumlah kabupaten lain, di antaranya Buton, Buton Selatan (Busel), Bombana, Konawe, Kolaka, serta Kolaka Timur (Koltim).





