Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Momen Siswa MI Belajar dan Bermain di Tengah Aktivitas Tambang Nikel Desa Sonai, Konawe

Momen Siswa MI Belajar dan Bermain di Tengah Aktivitas Tambang Nikel Desa Sonai, Konawe
Sejumlah siswa dan siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mukmin Sejati di Desa Sonai, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, sedang belajar dan bermain di tengah aktivitas tambang yang berada tidak jauh dari bangunan sekolah. Foto: Istimewa.

Konawe – Aktivitas perusahaan tambang nikel di sekitar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mukmin Sejati, Desa Sonai, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali dikeluhkan pihak sekolah.

Pasalnya, aktivitas alat berat perusahaan tambang berlangsung tidak jauh dari lingkungan sekolah, saat para siswa tengah belajar dan bermain.

Kondisi tersebut terekam dalam video yang diambil menggunakan kamera ponsel. Dalam video itu, terlihat para siswa tetap beraktivitas di lingkungan sekolah, sementara alat berat beroperasi di sisi sekolah.

Ketua Komite MI Mukmin Sejati, Firman, mengatakan video tersebut direkam beberapa waktu lalu. “Jadi kondisi video itu beberapa waktu lalu, anak-anak belajar dan bermain di sekolah, tapi di sebelah ada aktivitas alat berat perusahaan tambang,” kata Firman saat dikonfirmasi Kendariinfo, Selasa (11/8/2026).

Ia menuturkan, pihak sekolah telah mengukur jarak antara lokasi aktivitas tambang dan lingkungan sekolah. Hasilnya, jarak tersebut hanya sekitar 11 meter.

“Kami habis mengukur itu jaraknya hanya sekitar 11 meter saja, bersebelahan dengan badan jalan saja batasnya,” ujarnya.

Kondisi itu membuat pihak sekolah khawatir, terutama saat memasuki musim hujan. Mereka mengkhawatirkan aktivitas di sekitar lokasi tambang dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan siswa.

“Kami takutnya kalau musim hujan tiba-tiba longsor dan anak-anak sedang berada di sekitar sekolah,” ungkap Firman.

Sementara itu, Ketua Yayasan Keluarga Mukmin Sejati, Ramijo, mengatakan hingga kini belum ada dinas terkait yang turun langsung meninjau kondisi tersebut.

Menurutnya, sejauh ini baru pihak Kecamatan Puriala yang datang melihat lokasi. “Dinas-dinas terkait belum ada yang turun, baru Pak Camat saja,” kata Ramijo.

Ramijo berharap pemerintah melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi sekolah dan aktivitas pertambangan yang berada di dekat lingkungan pendidikan tersebut.

Ia meminta pemerintah mengambil langkah antisipasi agar aktivitas pertambangan tidak menimbulkan risiko terhadap siswa maupun tenaga pendidik.

“Kami harapannya dinas terkait mengambil langkah dan antisipasi. Jangan sampai nanti terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, apalagi anak-anak setiap hari melakukan aktivitas belajar di sekolah,” pungkasnya.

Sekolah di Konawe Keluhkan Aktivitas Tambang, Alat Berat Beroperasi 25 Meter dari Kelas

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten