Sekelompok Pelajar Pamer Sajam dan Melempar ke Arah SMKN 2 Kendari Terekam CCTV

Kendari – Sekelompok pelajar laki-laki diduga melakukan aksi provokatif dengan memamerkan senjata tajam (sajam) dan melempar benda ke arah pintu gerbang sekolah di SMKN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (13/8/2026) siang.
Seorang guru otomotif SMKN 2 Kendari, Cirman mengatakan, sekelompok pelajar menggunakan sepeda motor tiba-tiba datang dan melakukan aksi lemparan di depan gerbang sekolah.
“Saat jam istirahat, siswa-siswa sementara menikmati makan bergizi gratis (MBG). Tiba-tiba segerombolan motor datang gas-gas motor, sambil melempar batu. Beberapa siswa turun lompat-lompat atraksi (di depan gerbang sekolah), sambil memamerkan sajam yang mereka bawa,” jelasnya kepada Kendariinfo, Jumat (14/8) dini hari.
Cirman juga memastikan aksi pamer senjata tajam dilakukan di depan siswa dan guru. “Benar, depan siswa dan guru,” ujarnya.
Sementara itu, dalam rekaman CCTV yang dilihat Kendariinfo, terlihat rombongan pelajar laki-laki yang berboncengan menggunakan sepeda motor nekat memamerkan sajam di depan pintu gerbang SMKN 2 Kendari.
Awalnya, rombongan pelajar tersebut melintas dari arah Jalan Jenderal Ahmad Yani menuju Jalan Saosao. Namun, saat melintas di depan gerbang SMKN 2 Kendari, mereka tiba-tiba menghentikan laju sepeda motornya.
Tak berselang lama, tiga pelajar terlihat turun dari sepeda motor. Dua di antaranya kemudian mengacungkan dan memamerkan sajam ke arah pintu gerbang sekolah. Sementara satu pelajar lainnya terlihat membentangkan bendera bertuliskan “Budex 25 SMANLI”.
Aksi tersebut kemudian berlanjut dengan pelemparan benda padat ke dalam lingkungan sekolah. Namun, belum dapat dipastikan apakah benda yang dilempar tersebut merupakan batu atau benda lainnya.
Aksi pamer sajam dan pelemparan itu sontak memancing reaksi siswa dan guru SMKN 2 Kendari. Mereka langsung berhamburan keluar untuk mengejar kelompok pelajar tersebut. Namun, rombongan itu bergerak cepat dan berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian sebelum sempat diamankan.
Tidak ada korban yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Kerugian materiel akibat kejadian tersebut juga belum dapat dipastikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui identitas kelompok pelajar yang melakukan aksi tersebut maupun motif mereka datang ke sekitar sekolah.





