Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Hadapi Kemarau, Kendari Terima 5 Pompa Air dari Pemprov Sultra

Hadapi Kemarau, Kendari Terima 5 Pompa Air dari Pemprov Sultra
Hamparan padi siap panen di kawasan persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (16/5/2026).

Kendari – Kota Kendari menerima lima unit pompa air dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan pompa tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah mengantisipasi kekeringan yang dapat mengganggu irigasi sawah petani.

“Bantuan pompa air dari Dinas Pertanian Provinsi Sultra ini sebagai antisipasi kita menghadapi musim kemarau,” katanya, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pompa air itu dapat digunakan untuk membantu mengalirkan air ke lahan yang mengalami kekurangan pasokan. Penggunaan pompa menerapkan sistem pinjam pakai dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani.

“Bantuan pompa air ini sifatnya bergerak sesuai dengan permintaan kelompok tani,” ujarnya.

Selain lima unit dari Pemprov Sultra, Dinas Pertanian Kota Kendari juga akan menerima 45 unit pompa air dari Kementerian Pertanian.

Imran menyebut pemerintah akan menyalurkan bantuan tersebut kepada kelompok tani berdasarkan kondisi lahan dan kebutuhan irigasi. Langkah itu dilakukan karena tidak semua lahan pertanian membutuhkan pompa dengan tingkat urgensi yang sama.

“Kita membina sekitar 70 kelompok tani di Kendari. Ada beberapa lahan petani yang memang sangat membutuhkan bantuan, terutama saat memasuki musim kemarau,” jelasnya.

Ia meminta kelompok tani segera melaporkan kondisi lahan pertanian di wilayah masing-masing apabila mengalami kendala pasokan air. Laporan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam mengatur penggunaan pompa agar bantuan dapat menjangkau lahan yang paling membutuhkan.

Upaya itu diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus menekan risiko gagal panen akibat kekeringan selama periode kemarau Agustus hingga September 2026.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten