Gelombang hingga 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Sultra

Kendari – Gelombang laut dengan ketinggian hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai 16 hingga 19 Agustus 2026. Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi bagi masyarakat yang beraktivitas di laut.
Berdasarkan prakiraan yang diterbitkan Sabtu (15/8/2026) pukul 13.30 Wita, gelombang kategori sedang dengan ketinggian lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi secara bertahap di beberapa wilayah perairan Sultra.
Pada Minggu (16/8), kondisi tersebut diprakirakan terjadi di Laut Banda Timur Wakatobi sejak pukul 08.00 Wita hingga Senin (17/8) pukul 08.00 Wita.
Potensi gelombang kemudian meluas pada 17-18 Agustus 2026. Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang kategori sedang meliputi Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Sementara pada 18 – 19 Agustus 2026, wilayah yang berpotensi mengalami gelombang hingga 2,5 meter bertambah, yakni Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Wakatobi, Laut Banda Timur Wakatobi, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Baubau, serta Teluk Bone Barat Kabaena.
Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mencatat pola angin di wilayah perairan Sultra umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 2-15 knot.
Kecepatan angin tertinggi mencapai 20 knot atau sekitar skala Beaufort 5. Kondisi tersebut berpotensi terjadi di Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut, memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas.
Informasi prakiraan cuaca pelabuhan dan wilayah perairan Sultra dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG Maritim.





