Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

11 Daerah di Sultra Tetapkan Status Siaga Kekeringan, Sawah Terdampak Capai 3.041 Hektare

11 Daerah di Sultra Tetapkan Status Siaga Kekeringan, Sawah Terdampak Capai 3.041 Hektare
Sawah di Amohalo Kendari yang mengalami kekeringan. Foto: Dok. Kendarikota.

Kendari – Sebanyak 11 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menetapkan status siaga atau tanggap darurat bencana kekeringan. Di tengah kondisi tersebut, luas sawah yang terdampak kekeringan juga terus bertambah hingga mencapai 3.041,55 hektare.

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra mencatat penetapan status siaga atau tanggap darurat itu tersebar di Kabupaten Bombana, Kolaka Timur (Koltim), Muna, Buton Utara (Butur), Muna Barat (Mubar), Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Utara (Kolut), Konawe Kepulauan (Konkep), dan Kota Kendari.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Distanak Sultra, Muhammad Taufik mengatakan luas lahan persawahan yang terdampak kekeringan meningkat hingga 22 Agustus 2026.

“Luas sawah yang terdampak kekeringan mencapai 3.041,55 hektare. Sebelumnya luas lahan terdampak tercatat 2.846 hektare,” kata Taufik, Senin (24/8/2026).

Konsel menjadi daerah dengan luas sawah terdampak terbesar, yakni 1.221 hektare, disusul Bombana 1.195 hektare dan Koltim 298,05 hektare.

Selanjutnya, sawah terdampak di Konawe mencapai 172,75 hektare, Kolaka 67 hektare, Baubau 54 hektare, Buton 27,25 hektare, Kolut 4 hektare, dan Buteng 2 hektare.

Selain luas lahan terdampak, jumlah tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen juga mengalami peningkatan. Distanak Sultra mencatat luas tanaman padi puso mencapai 179,6 hektare hingga 22 Agustus 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan catatan sebelumnya yang mencapai 167,6 hektare. Artinya, luas tanaman padi yang gagal panen bertambah 12 hektare.

Lahan padi yang mengalami puso berada di tiga daerah, yakni Bombana seluas 113 hektare, Konsel 59,6 hektare, dan Kolaka 7 hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak kekeringan mulai menekan lahan pertanian di sejumlah wilayah Sultra, terutama daerah yang menjadi sentra persawahan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten