Mahasiswa KKN UHO Kendari di Tasahea, Koltim Sosialisasikan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Kendari – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Tahun 2026 Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, kepada masyarakat Desa Tasahea, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (6/8/2026).
Sosialisasi yang berlangsung di Balai Rakyat Desa Tasahea ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kelompok lansia, mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat kelompok lansia diberikan pemahaman mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan yang dapat mencemari tanah dan saluran air. Mahasiswa KKN juga menjelaskan minyak jelantah masih dapat dimanfaatkan menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna sehingga limbah rumah tangga tidak terbuang sia-sia dan dapat diolah menjadi produk yang ramah lingkungan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Desa Tasahea, Prem Mesta Aumora Reso L, menjelaskan program tersebut dilaksanakan karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa minyak jelantah tidak seharusnya dibuang langsung ke lingkungan ataupun digunakan kembali secara berulang untuk memasak.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan kepada masyarakat agar limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai.
“Kami melihat masih banyak minyak jelantah yang dibuang begitu saja setelah digunakan. Melalui sosialisasi ini kami ingin memberikan alternatif pemanfaatan yang lebih bermanfaat, yaitu mengolahnya menjadi lilin aromaterapi. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, produk ini juga memiliki nilai ekonomi dan berpotensi menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Mesta melalui keterangan resminya yang diterima Kendariinfo, Sabtu (29/8).
Tidak sekadar sosialisasi, demonstrasi dan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi juga diperlihatkan. Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai bahan yang digunakan, seperti minyak jelantah yang telah disaring, stearic acid, pewarna, minyak esensial, serta sumbu lilin. Tahapan pembuatannya pun langsung dipraktikan, mulai dari proses penyaringan minyak, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin aromaterapi.
“Lilin aromaterapi ini dapat dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan, membantu menciptakan suasana yang nyaman dan rileks, mengurangi bau tidak sedap di dalam rumah, serta dapat dijadikan produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Harapannya, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan ini sebagai usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti demonstrasi, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mencoba secara langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan masyarakat menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan limbah rumah tangga.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Tasahea, khususnya kelompok lansia, mampu menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sehingga minyak jelantah tidak lagi dibuang sembarangan ke lingkungan. Sebaliknya, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi lilin aromaterapi yang bernilai guna, ramah lingkungan, serta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi keluarga.





