Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Kasus HIV di Kendari Capai 147 Orang, Dinkes Temukan 3 Kasus pada Balita

Kasus HIV di Kendari Capai 147 Orang, Dinkes Temukan 3 Kasus pada Balita
Kantor Dinkes Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (3/9/2026).

Kendari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari menemukan 147 kasus HIV sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, tiga kasus ditemukan pada balita yang diduga tertular dari ibu saat kehamilan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari, Ellfi, mengatakan 147 kasus tersebut ditemukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 8 ribu orang yang masuk dalam kelompok berisiko HIV.

Dari 147 kasus itu, sebanyak 121 kasus ditemukan pada laki-laki dan 26 kasus pada perempuan. Berdasarkan kelompok usia, kasus terbanyak berada pada rentang 25 – 49 tahun dengan 82 kasus.

Ellfi menyebut temuan HIV pada tiga balita menjadi perhatian karena penularan tersebut berkaitan dengan kondisi ibu saat mengandung.

“Untuk anak ini sebenarnya sudah kami sasar dari ibu hamilnya. Tidak boleh ada ibu hamil di Kendari yang tidak mengetahui status HIV-nya,” kata Ellfi saat diwawancarai Kendariinfo, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, ibu hamil yang tidak mengetahui status HIV memiliki risiko menularkan virus kepada bayi yang dilahirkan. Pencegahan dapat dilakukan sejak masa kehamilan apabila status HIV ibu diketahui lebih awal.

Dinkes Kota Kendari akan memberikan pengobatan kepada ibu hamil yang terdeteksi HIV. Petugas juga menyiapkan langkah pencegahan saat proses persalinan agar bayi tidak tertular.

Ellfi mengatakan sejumlah ibu hamil yang terdeteksi HIV telah mendapatkan pengobatan. Upaya tersebut berhasil mencegah bayi yang mereka lahirkan terinfeksi HIV.

Namun, Dinkes masih menemukan kendala karena sebagian ibu hamil tidak mengakses layanan kesehatan selama kehamilan. Kondisi itu, kata Ellfi, terutama ditemukan pada ibu hamil yang berasal dari luar Kota Kendari.

“Biasanya ketahuan saat akan melahirkan. Ada yang tidak pernah datang ke layanan kesehatan selama kehamilan atau bisa juga menyembunyikan status HIV-nya,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian ibu hamil merasa tidak memiliki risiko tertular HIV. Padahal, petugas tidak dapat mengetahui riwayat pasangan tanpa pemeriksaan.

Untuk memperluas penemuan kasus, Dinkes Kota Kendari kini tidak hanya mengandalkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Petugas juga melakukan penjangkauan langsung kepada kelompok sasaran di luar fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, Dinkes menggandeng sejumlah pihak eksternal untuk membantu menjangkau masyarakat yang sulit ditemui. Langkah itu dilakukan karena masih ada masyarakat yang enggan terbuka mengenai status kesehatannya.

Ellfi mengatakan kerja sama dengan pihak yang memiliki akses kepada kelompok sasaran membantu petugas dalam menemukan kasus HIV lebih cepat.

“Kalau kami dibantu pihak-pihak yang bisa mendekatkan dengan sasaran, insyaallah pelaksanaannya akan lebih mudah. Alhamdulillah, kami sudah berprogres,” lanjutnya.

Di sisi lain, Dinkes memastikan pemeriksaan HIV di Kota Kendari dapat dilakukan secara gratis. Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Kendari telah dapat memberikan layanan pemeriksaan atau deteksi dini HIV.

Selain layanan pemeriksaan, terdapat tujuh fasilitas kesehatan yang juga menyediakan pengobatan HIV. Ketujuh fasilitas tersebut yakni Puskesmas Perumnas, Puskesmas Lepolepo, Puskesmas Kemaraya, Puskesmas Poasia, RSUD Kota Kendari, RSUD Bahteramas, dan RS Santa Anna.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten