58 Ribu Buah Kelapa Terbakar di Rumah Pengasapan Kopra Bombana, Kerugian Rp300 Juta

Bombana – Rumah pengeringan atau pengasapan kopra di Desa Waemputang, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), terbakar pada Kamis (3/9/2026) malam. Sebanyak 58 ribu buah kelapa ikut terbakar dalam kejadian tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bombana, Iptu Cevin Thimorut Beryan Djari, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 21.40 Wita di lokasi pengeringan kopra milik warga bernama Amir.
“Pada saat itu pemilik usaha bersama tujuh orang karyawannya sedang melakukan proses pengeringan kelapa menjadi kopra dengan menyalakan api di dalam rumah pengasapan,” kata Cevin kepada Kendariinfo, Sabtu (5/9).

Ia menjelaskan rumah pengasapan tersebut memiliki ukuran sekitar 10 x 10 meter. Bangunannya terbuat dari beton pada bagian keliling dan lantainya menggunakan besi, dengan seluruh sisi bangunan tertutup.
Sekitar pukul 22.30 Wita, api yang digunakan untuk proses pengasapan tiba-tiba membesar dan bara panas merembet ke kelapa yang telah mengering.
Amir bersama para karyawan kemudian berusaha memadamkan api menggunakan mesin pompa air dan air yang telah disiapkan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil dan api justru makin membesar serta merembet ke tumpukan kelapa yang masih memiliki tempurung.
“Air yang disiapkan kemudian habis sehingga kobaran api makin membesar,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pemilik dan tujuh karyawan meminta bantuan warga sekitar. Salah seorang kerabat pemilik bernama Bahmid kemudian menghubungi personel Kompi Batalyon Sangia Dowo.
Mendapat laporan tersebut, Komandan Batalyon Sangia Dowo memerintahkan satu pleton personel bersama dua unit mobil tangki menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman.
Pemadaman juga melibatkan sekitar 200 warga, personel Polsek Poleang Selatan, serta Bhabinkamtibmas.
Pada Jumat (4/9) sekitar pukul 00.30 Wita, kobaran api mulai berhasil dikendalikan. Selang 10 menit kemudian, mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Boepinang yang sebelumnya siaga di Poleang tiba di lokasi dan melakukan penyiraman terhadap bara serta sisa api.
“Sekitar pukul 00.50 Wita, api berhasil dipadamkan total,” jelas Cevin.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta. Kerugian tersebut meliputi sekitar 58 ribu buah kelapa, satu unit rumah pengasapan atau pengering kopra, serta dua unit tungku.
Cevin menambahkan, proses pemadaman sempat terkendala karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.





