Pertamina Sebut Penyaluran Pertalite Naik 19 Persen, Antrean di SPBU Kendari Mulai Kondusif

Kendari – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyebut penyaluran pertalite di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada September 2026 meningkat sekitar 19 persen dibandingkan rata-rata penyaluran Januari hingga Mei 2026.
Di tengah peningkatan penyaluran tersebut, kondisi antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kendari mulai kondusif.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan antrean di sejumlah SPBU yang sebelumnya cukup panjang mulai melandai.

“Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Kota Kendari mulai melandai. Pertamina terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga penyaluran tetap berjalan, mulai dari optimalisasi pasokan hingga penyesuaian jam operasional dan kapasitas pelayanan di SPBU,” ujar Okky dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).
Meski mulai kondusif, kepadatan kendaraan masih terlihat di beberapa SPBU. Antrean tersebut didominasi kendaraan roda empat.
Okky mengatakan peningkatan kebutuhan pertalite menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi antrean di sejumlah SPBU.
Untuk merespons peningkatan kebutuhan tersebut, Pertamina melakukan sejumlah langkah, di antaranya menambah pasokan pertalite ke lembaga penyalur, menyesuaikan jam operasional, dan menambah operator di SPBU.
Pertamina juga menyiapkan rekonfigurasi SPBU dengan menambah jalur pelayanan pertalite di beberapa SPBU untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.
Selain itu, pemantauan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dilakukan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Dinas Perhubungan (Dishub), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan aparat penegak hukum (APH).
“Kami terus memantau kondisi di lapangan secara dinamis. Jika ada SPBU yang membutuhkan penyesuaian pelayanan, kami segera koordinasikan bersama pihak terkait. Pengawasan juga kami perkuat agar BBM subsidi dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan proses pengisian berlangsung tertib,” jelasnya.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas serta tidak melakukan pengisian secara berlebihan agar pelayanan dapat diberikan secara merata.
Pertamina bersama Pemerintah Kota Kendari, Dishub, Forkopimda, dan APH akan terus memantau kondisi SPBU serta mengevaluasi langkah penanganan sesuai perkembangan di lapangan.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kendari, Dishub, Forkopimda, dan APH yang bersama-sama membantu menjaga kondisi di lapangan. Kami akan terus memastikan distribusi BBM berjalan dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan,” kata Okky.
Masyarakat dapat memperoleh informasi atau menyampaikan pertanyaan dan pengaduan terkait produk dan layanan Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 yang melayani pelanggan selama 24 jam.
Antrean BBM Ganggu Aktivitas Warga, Wali Kota Kendari Buka Opsi Ganjil-Genap





