Kadispar Sultra Klarifikasi Sorakan di Wakatobi WAVE, Singgung Keterlibatan Pejabat

Wakatobi – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, memberikan klarifikasi usai disoraki saat hendak menyampaikan sambutan Gubernur Sultra pada pembukaan Wakatobi Wonderful Festival and Expo (WAVE), Jumat (2/10/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan dalam bentuk rekaman video dan diunggah di akun media sosialnya pada Rabu (7/10). Dalam video itu, Ridwan bermaksud meluruskan pemberitaan sebelumnya yang menyebut teriakan itu berasal dari warga.
Ia menilai warga Kabupaten Wakatobi sejatinya memiliki adab, terutama dalam menghargai pendatang atau tamu.
“Mohon maaf diluruskan, masyarakat Wakatobi masyarakat yang punya adab, masyarakat yang sangat menghargai siapa pun pendatang apalagi tamu yang diundang,” jelasnya dalam video tersebut.
Ridwan kemudian menyinggung dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk pejabat dalam kejadian tersebut. Dari informasi yang diperolehnya, di antara yang bersorak terdapat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Dan saya tidak yakin kalau itu masyarakat Wakatobi atau warga. Itu adalah oknum karena ada beberapa orang,” ujarnya.
Terkait batalnya pelaksanaan Festival Wowine 2026, Ridwan mengaku terdapat miskomunikasi dengan pihak komunitas penyelenggara. Namun, ia telah bertemu dengan pihak terkait dan merencanakan jadwal pelaksanaan festival itu pada April, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.
Adapun mengenai Kota Kendari sebagai penghubung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Hub, Ridwan mengungkapkan hal itu bukan dibuat olehnya, melainkan tercantum dalam Dokumen Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (Diparnas).
“Bagaimana saya mau pindahkan KSPN? Bukan saya yang bikin itu, bos. Itu dibuat dalam Diparnas 2025 sampai 2026 kemarin. 2026 sampai 2045 dibuatlah Parnas,” ungkapnya.
Kepala Dispar Sultra Disoraki Warga saat Sampaikan Sambutan di Wakatobi WAVE 2026





