Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Sibuk Melayani, Handphone Milik Pedagang Martabak di Kendari Diduga Dicuri Pelanggan

Sibuk Melayani, Handphone Milik Pedagang Martabak di Kendari Diduga Dicuri Pelanggan
Terduga pelaku saat mengambil handphone milik pedagang Martabak Pecenongan 78 di Jalan Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Handphone milik Mustafid, pedagang Martabak Pecenongan 78 di Jalan Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga dicuri saat ia sedang sibuk melayani pelanggan, Kamis (8/10/2026), sekitar pukul 14.33 Wita.

Handphone bermerek Infinix Smart 10 Titanium Silver itu disebut dicuri oleh salah seorang pelanggannya sendiri. Peristiwa itu pun segera dilaporkan Mustafid ke Polresta Kendari.

Dalam laporannya, ia mengaku kejadian bermula ketika seorang pelanggan datang membeli martabak manis atau terang bulan dengan total pesanan senilai Rp110 ribu. Saat sedang sibuk melayani, ia meletakkan handphone-nya di atas etalase.

Setelah pesanan selesai dibuat, pelanggan tersebut membayar menggunakan uang pecahan Rp100 ribu sebanyak dua lembar. Karena tidak memiliki kembalian, Mustafid kemudian pergi menukar uang tersebut.

Urusan dengan pelanggan itu pun selesai. Namun, beberapa menit kemudian, ia tersadar handphone miliknya yang sebelumnya berada di atas etalase kini sudah tidak ada.

Ia lalu memeriksa rekaman CCTV. Berdasarkan rekaman, Mustafid menduga pelanggan yang sebelumnya membeli martabak manis dengan pecahan Rp100 ribu dua lembar itulah yang mencurinya.

Saat membeli, pelanggan tersebut datang bersama seorang pria yang diduga rekannya. Akibat kejadian tersebut, Mustafid mengalami kerugian sekitar Rp1,8 juta.

Saat dikonfirmasi, adik Mustafid bernama Riyan, menduga pencurian handphone tersebut tidak hanya dilakukan satu orang saja.

“Mereka kayaknya sekongkol, kak. Itu HP aplikasi jualan di Pecenongan yang diambil,” kata Riyan.

Menurutnya, handphone tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas penjualan di Martabak Pecenongan 78. Meski demikian, dugaan adanya keterlibatan lebih dari satu orang yang disampaikan Riyan belum dapat dipastikan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten