Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Bahas Politik hingga Lingkungan, Camping Literasi Kendari Hadirkan Cara Baru Menikmati Buku

Bahas Politik hingga Lingkungan, Camping Literasi Kendari Hadirkan Cara Baru Menikmati Buku
Para peserta Camping Literasi yang diselenggarakan oleh Kendari Book Party di Kebun Raya Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Kendari Book Party mengajak anak muda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membahas isu politik dan lingkungan melalui kegiatan membaca buku, diskusi, hingga pemutaran film dokumenter dalam Camping Literasi di Kebun Raya Kendari, 10–11 Oktober 2026.

Kegiatan tahunan yang berlangsung di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, itu diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga aparatur sipil negara (ASN).

Ketua Panitia Camping Literasi Kendari Book Party, Lisa Albertina, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mendekatkan anak muda dengan literasi melalui aktivitas yang tidak terbatas pada membaca buku. Peserta juga diajak bertukar gagasan, mengekspresikan diri, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu agenda yang digelar ialah ulas buku. Dalam sesi ini, peserta berbagi pemahaman dari buku yang dibaca sekaligus mendengarkan sudut pandang orang lain. Diskusi tersebut juga menjadi ruang bagi peserta yang sebelumnya kesulitan menyampaikan pemikiran setelah membaca buku untuk mulai mengutarakan pendapat.

Panitia juga mengajak peserta menonton film dokumenter Terpejam untuk Melihat karya Mahatma Putra yang diproduksi Anatman Pictures.

Film tersebut mengangkat keterkaitan manusia dengan alam dan lingkungan serta dampaknya terhadap dinamika politik. Peserta diajak memahami bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan pemilihan umum atau perebutan kekuasaan, tetapi juga tercermin dalam tindakan manusia terhadap alam dan sesamanya.

“Film ini menolak anggapan bahwa politik hanya sebatas urusan elektoral atau politik praktis, melainkan menegaskan bahwa segala tindakan manusia, termasuk cara memperlakukan alam dan sesama memiliki dampak politik,” kata Lisa, Senin (12/10/2026).

Selain berdiskusi, peserta mengikuti penjelajahan menuju Puncak Pinus di kawasan Kebun Raya Kendari. Panitia membagi peserta ke dalam beberapa kelompok yang harus menjawab pertanyaan pada setiap pos perjalanan.

Aktivitas tersebut mendorong peserta membangun kekompakan dan kerja sama selama perjalanan. Mereka juga belajar saling membantu untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan panitia.

Setelah tiba di kawasan hutan pinus, peserta mengikuti kegiatan kreatif dengan membuat buket bunga dari kertas. Mereka juga menuliskan berbagai hal yang ingin diungkapkan, mulai dari keresahan hingga pencapaian pribadi.

Panitia turut mengadakan kegiatan bertukar kado untuk membangun kedekatan antarpeserta. Menurut Lisa, rangkaian aktivitas tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengenali diri sendiri sekaligus memahami pengalaman orang lain.

“Melalui aktivitas ini, peserta mendapat ruang untuk mengekspresikan perasaan, mengenali diri sendiri, dan memahami pengalaman orang lain,” tuturnya.

Lisa mengatakan Kendari Book Party ingin membangun kebiasaan membaca dengan menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan. Melalui kegiatan bersama, membaca tidak hanya menjadi aktivitas individu, tetapi juga menjadi pintu untuk berdiskusi, membangun relasi, dan memahami persoalan di sekitar.

“Komunitas ini juga ingin menunjukkan bahwa anak muda di Kendari memiliki ruang untuk berkembang, bertukar pikiran, dan membangun pertemanan di luar kesibukan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Camping Literasi tersebut turut melibatkan sejumlah instansi dan komunitas, yakni Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Sultra, Komang Foundation, Sewa Buku Kendari, Ramu Club, Kendari Event Supply, Sultra Island Care, Circle Baik, dan SD Syahid Al Khalifah.

Kendari Book Party merupakan komunitas membaca inklusif yang membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar, berbagi cerita, dan bertumbuh bersama. Kegiatannya mencakup membaca bersama dalam suasana hening (silent reading), diskusi dan ulas buku, kelas pengembangan diri, pelatihan keterampilan, serta aktivitas literasi berbasis komunitas.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten