32 Tahun STIE 66 Kendari, Tebar Kebaikan untuk Santri dan Anak Panti Asuhan

Kendari – Suasana peringatan dies natalis ke-32 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari diisi dengan kegiatan sosial. Kampus tersebut menyalurkan sekitar 300 paket bantuan kepada anak-anak panti asuhan dan santri pondok pesantren di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (10/10/2026).
Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Aula STIE 66 Kendari itu menyasar enam lembaga dengan total 172 anak dan santri. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian kampus sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan 32 tahun di dunia pendidikan.
Mengusung tema “Berbagi Kepedulian, Menebar Kebaikan”, kegiatan ini tidak hanya menandai pertambahan usia institusi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Ketua STIE 66 Kendari, Prof Abdul Azis Muthalib, mengatakan perjalanan 32 tahun kampus tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi pencapaian sekaligus memperkuat komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Selama 32 tahun, STIE 66 Kendari telah mengambil bagian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyediaan sumber daya manusia yang kompeten. Momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat komitmen agar keberadaan institusi semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya berdasarkan press release yang diterima Kendariinfo, Minggu (11/10).
Ia menyebut perkembangan kampus tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Karena itu, kebersamaan, sikap saling menghargai, dan semangat membantu sesama perlu terus dijaga, termasuk melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, komitmen meningkatkan kualitas institusi harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial. Dengan begitu, keberadaan kampus tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan 66 Bumi Kendari (YAPDIK), Ichsanuddin Akbar, menjelaskan kegiatan berbagi dipilih sebagai bagian dari perayaan dies natalis ke-32 untuk menumbuhkan kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan dan santri.
“Sekitar 300 paket sumbangan disiapkan untuk anak-anak panti asuhan dan santri pondok pesantren. Kami berharap kepedulian ini membawa manfaat dan keberkahan, sehingga STIE 66 Kendari dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Tidak hanya berbagi bantuan, pihak yayasan juga menaruh perhatian pada pengembangan institusi dan peningkatan mutu pendidikan. Ichsanuddin mengatakan, penyelenggaraan pendidikan jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) perlu terus ditingkatkan, seiring dengan rencana perubahan status STIE 66 Kendari menjadi Universitas Enam Enam.
“Kami berharap proses perubahan status STIE 66 Kendari menjadi universitas dapat segera terwujud. Kami juga memohon doa dan dukungan dari semua pihak agar apa yang menjadi cita-cita bersama dapat tercapai pada waktu dan dengan cara yang terbaik,” tambahnya.
Enam lembaga yang menerima bantuan terdiri atas tiga pondok pesantren dan tiga panti asuhan. Pondok Pesantren Ummul Qur’an menerima bantuan untuk 35 santri, Darul Faqkhi untuk 30 santri, dan Riyadhul Qur’an untuk 20 santri.
Adapun tiga panti asuhan penerima bantuan yakni Al Ikhlas dengan 30 anak, Ashabri sebanyak 30 anak, serta An-Nur dengan 27 anak.
Bantuan yang diberikan berupa sembako, kipas angin, perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi, hingga kebutuhan bayi seperti popok dan susu formula. Jenis bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga penerima.
Melalui kegiatan ini, STIE 66 Kendari berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh. Peringatan dies natalis ke-32 pun menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian kampus, baik melalui peningkatan kualitas pendidikan maupun kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.





