Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Buton

BMKG Ungkap Anomali Suhu Laut di Balik Kemunculan Gerombolan Hiu di Busel

BMKG Ungkap Anomali Suhu Laut di Balik Kemunculan Gerombolan Hiu di Busel
Peta Suhu Permukaan Laut (Sea Surface Temperature) di wilayah perairan Busel dan sekitarnya yang dirilis oleh BMKG per 11 Oktober 2025. Foto: Dok. BMKG.

Buton Selatan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Metereologi Maritim Kendari memberikan penjelasan terkait munculnya gerombolan hiu di perairan selat Kadatua – Topa, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (11/10/2026) pagi.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan terjadi anomali suhu permukaan laut di wilayah tersebut yang cenderung hangat dari kondisi normal.

“Analisis oseanografi beberapa variabel ini menunjukkan terjadi anomali. Suhu permukaan laut cenderung hangat dari normalnya,” ujarnya kepada Kendariinfo, Senin (12/10).

Sirip punggung gerombolan ikan hiu yang muncul di permukaan perairan selat Kadatua - Topa, Kabupaten Buton Selatan (Busel).
Sirip punggung gerombolan ikan hiu yang muncul di permukaan perairan selat Kadatua – Topa, Kabupaten Buton Selatan (Busel). Foto: Istimewa. (11/10/2026).

Dari hasil analisis model Ocean Forcast System (OFS) pada 10 – 11 Oktober, suhu permukaan laut di perairan Kabupaten Busel dan sekitarnya berkisar 28,0 – 30,5 derajat celsius.

Suhu itu dinilai memiliki rentang ideal untuk hiu tropis (22,0 – 28,0 derajat celsius). Namun, kesesuaian ini masih belum bisa dipastikan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Untuk memastikan bahwa suhu permukaan laut ini memengaruhi pergerakan gerombolan hiu tersebut di pesisir Buton Selatan, perlu penelitian lebih lanjut walaupun jika dilihat dari kesesuaian suhu permukaan laut dengan hiu tropis adalah berkisar 22,0 – 28,0 derajat celsius,” jelas Faizal.

Adapun suhu di lokasi pesisir sekitarnya berkisar 26,0 – 28,0 derajat celsius. Untuk pergerakan arus disebut relatif normal, yakni 0,1 – 0,9 knot/d dengan kecepatan angin dari timur laut hingga tenggara berkisar 3 – 20 knot dan ketinggian gelombang maksimum 0,75 – 1,5 meter.

Sementara itu, dugaan yang menyebut hiu itu bermigrasi dianggap kurang tepat, karena kawanan hiu memiliki waktu tertentu untuk melakukannya.

“Tapi kalau migrasi, ada waktu migrasi dan sudah pernah terjadi,” tambah Faizal.

Viral Rekaman Gerombolan Ikan Hiu di Selat Kadatua – Topa Busel, Netizen Ikut Heran

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten